Baroko, Hamparan Hasil Bumi Di Tengah Pesona Gunung 

567

berantasonline.com (Enrekang Sulsel) – Menyebut Kabupaten Enrekang kita langsung teringat akan sebuah wilayah dengan sejumlah pesona eksotis pegunungan, geografis wilayah ini memang identik dengan kawasan berbukit dan lembah yang berudara sejuk, hampir semua wilayahnya terdiri dari jajaran gunung yang seakan sengaja disusun sedemikian rupa hingga sejauh mata menoleh pemadangan tersebut tersaji dihadapan kita.

Salah satunya adalah adalah Kecamatan Baroko, diwilayah ini berantasonline.com Menyusuri dua desa yang bertetangga yakni desa Tongko dan desa Baroko kedua desa ini sama-sama berada diantas puncak gunung Baroko itu miliki view yang nyaris serupa yakni hamparan lahan tanaman sayur mayur dengan beragam jenis.

Dalam penelusuran dikedua desa ini hampir semua lahan yang tak berpenghuni digunakan sebagai kebun bercocok tanam, beraneka jenis tanaman dapat kita jumpai diwilayah ini diantaranya adalah sawi, kol, bawang merah, cabe merah, serta labu dan kentang, yang kesemuanya tumbuh dengan subur diatas lahan yang sangat luas dan membentang.

Sejumlah petani yang ditemui, Kamis (30/8), di lokasi kebunnya mengatakan bahwa hampir semua warga desa ini memang bermata pencaharian sebagai petani kebun ” rata-rata orang sini memang petani kebun dan inilah sumber penghidupan kami sehari-hari ” ujar ibu Mana petani Sawi desa Baroko, meski terlihat sangat tua namun dirinya masih sanggup berjalan kaki dari rumah ke kebun sejuah hampir 1 km ” sudah biasalah tiap hari jalan kaki bolak balik pak ” akunya. Ibu Mana garap kebun sawinya seluas ± 20 are.

Lain lagi dengan Ibu Sapiah, dia bersama suaminya sehari-hari mengelola tanaman daun bawang dan labu siam keduanya mengaku hasil kebunnya ini di jual ke pasar Sudu Enrekang ” Kalo suda panen begini hasilnya kami bawa ke Pasar Sudu dan dibeli pedagang eceran disana kalau nilainya lumayanlah karena harga lagi bagus ” kata ibu Sapiah yang enggan menyebut nilai hasilnya ketika dibawa ke pasar.

Sedang ditempat lain di Desa Tongko sekelompok petani Kol juga tengah panen hasil kebunnya ketika ditanya tentang hasil panen kolnya sontak menjawab ” Alhamdulillah harga kol sekarang lagi naik sampai Rp. 5000 per kilo ” pihaknya mengaku sekali panen bisa mencapai 10 ton diatas lahan sekitar 30 are.

(JAY)