Atlet Disabilitas Se-Jawa Barat Akan Gelar Touring Bansos Gebyar Kemerdekaan

11

berantasonline.com Bogor

Memeriahkan HUT RI ke-75, National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Jawa Barat menggelar Touring Bansos Gebyar Kemerdekaan yang akan digelar dua hari, 18-19 Agustus 2020.

Sesuai dengan tema acara, para peserta yang merupakan para atlet disabilitas dari semua Pengcab Se-Jawa Barat ini akan touring menggunakan motor roda tiga, motor roda dua dan mobil yang dilepas Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Gedung Pakuan Kota Bandung dan finish di GOR Pajajaran Kota Bogor.

“Ada sekitar 80 motor roda tiga, 20 motor roda dua, 15 mobil. Panitia juga menyiapkan dua ambulans dan truk pengangkut TNI untuk mengantisipasi jika ada motor yang rusak di tengah jalan,” ujar Ketua NPCI Kota Bogor, Kusnandar Bram usai melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, di Posko Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor, Jalan Pajajaran, Selasa (11/8/2020).

Kusnandar mengatakan, audiensi NPCI Kota Bogor selain untuk meminta izin terkait acara kepada Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor juga meminta Dedie Rachim berkenan hadir di acara untuk menyerahkan bantuan sembako kepada disabilitas.

Ia menjelaskan, pemberian bantuan sembako akan digelar di tiga titik posko dalam perjalanan touring. Titik posko pertama di Rajamandala, Posko kedua di Cianjur dan Posko ketiga di GOR Pajajaran.

“Sesampainya di Kota Bogor, perwakilan NPCI akan ke Istana Bogor terlebih dahulu bertemu Presiden untuk mengucapkan terima kasih kepada presiden atas diterbitkannya Komite Nasional Disabilitas. Sementara peserta lainnya langsung ke GOR untuk menerima bantuan sembako,” kata Kusnandar.

Kusnandar menuturkan, dengan terbitnya Komisi Nasional Disabilitas (KND) dan sudah dibentuknya KND Pusat menjadi angin segar bagi disabilitas untuk memperoleh hak-hak yang sama dengan non disabilitas. Mulai persamaan dalam bidang pendidikan, sosial dan tentunya olahraga.

Pasalnya, selama ini atlet disabilitas masih memakai fasilitas penunjang olahraga dengan standar non disabilitas, dan fasilitas-fasilitas umum lainnya yang masih belum ramah disabilitas.

“Kami harap atlet disabilitas dan para disabilitas di Kota Bogor bisa mendapatkan akses-akses atau fasilitas yang ramah disabilitas,” katanya.

(iis)