Aset Desa Tapos Cadasari Pandeglang Raib Tidak Diserahterimakan

33

Pandeglang, BERANTAS

Aset Desa Tapos, Kecamatan Cadasari Pandeglang diduga kuat raib karena tidak diserah terimakan oleh Pejabat Sementara (Pjs) kepada Kepala Desa Terpilih, setelah dilakukan serah terima jabatan (Sertijab) di Kantor Kecamatan Cadasari, pada Senin (15/11/2021).

Jastari Sekretaris Desa Tapos mengatakan, aset desa yang tidak diserahterimakan diantaranya, satu buah filing cabinet, satu buah lemari besi tinggi, satu buah komputer, dua buah laptop, tiga buah meja kantor, dua buah kursi kantor roda, satu unit motor roda tiga merk NOZOMI, dua buah wireless (sound system), dua buah kursi besi panjang.

“Di sisi lain Kantor Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang dibangun dari anggaran Banprov sebesar Rp. 50.000.000 Tahun 2019, taman baca dan sarana olahraga menggunakan dana desa (DD) lokasinya di halaman rumah mantan kepala desa yang lama,” imbuhnya.

Masih kata Sekdes Jastari, aset yang diserahkan hanya berupa barang tidak berfungsi yakni 2 buah meja kantor, 2 buah kursi kantor, 1 buah cpu keadaan rusak, dan 1 buah printer keadaan rusak.

Saju Maryana Kepala Desa defenitif didampingi Ketua BPD Tapos ketika dikonfirmasi dikantornya Senin (22/11), membenarkan perihal tersebut.

“Kami tidak menerima aset desa tapos yang seharusnya diserahterimakan dari Pjs kepala desa kepada saya, dari mulai Sertijab tempo hari sampai saat ini tidak ada penyerahan aset, dan saya tidak akan menanda tangani aset desa kalau tidak ada barangnya,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Wahyu Santoso Ketua BPD, yang sudah mengingatkan jauh jauh hari sebelum Sertijab. “Saya sudah mengingatkan kepada PJS 4 hari sebelum sertijab untuk persiapan serah terima aset desa, namun PJS mengatakan saya berhak menahan aset tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Cucu sebagai PJS Kepala Desa Tapos yang juga menjabat Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang mengaku saat serah terima aset desa dengan kepala desa incumbent ia hanya menerima selembar catatan yang ditanda tangani dan stempel desa, sedangkan barang aset desa tersebut tidak tahu menahu.

“Untuk mempertanggung jawabkan saya harus tanya dulu kepada Kades lama, posisi barangnya ada di mana?,” kilahnya.

Lebih lanjut ia juga mengaku tidak tahu menahu mengenai penyaluran BLT DD ke 10 dan 11 yang saat itu menjadi tanggung jawabnya sebagai Pjs.

“Saya datang sudah beres, hanya simbolis saja kemudian pergi lagi menuju Baros karena ada keperluan lain, pembagian BLT DD oleh staf desa ada juga kepala desa incumbent,” ungkap Cucu di Kantor Kecamatan Cadasari.

(RS)