Aktifitas BUMD PT. Sumekar Line Sumenep Mendapat Sorotan Masyarakat

66

berantasonline.com (Madura)

Aktifitas kegiatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sumenep yang melayani transportasi laut antar Kepulauan, akhir akhir ini banyak mendapatkan sorotan masyarakat setempat.

Bahkan menurut keterangan, pihak masyarakat sudah beberapa kali melakukan kegiatan unjuk rasa atau demo karena pelayanan dirasakan semakin mengecewakan.

Sebagai contoh saja terjadi belum lama ini Rabu (22/1-2020), Jadwal pemberangkatan Kapal DBS III mendadak dibatalkan tanpa adanya pemberitahuan, menyebabkan penumpang yang akan berangkat dari Kali Anget ke Pulau Kangenan jadi tertunda secara sepihak.

Menurut keterangan Salam dari Satuan Pengawas Internal (SPI) PT. Sumekar Line, bahwa menurut keterangan Manager Operasional Bangbang, Kapal DBS III tidak berangkat atas instruksi Direktur Operasional Zaenal Arifin tanpa koordinasi dengan Dirut Moh. Syafe”i. “Ini gak beres”, ucap Salam kepada para Wartawan setempat, Rabu (22/1).

Namun Zaenal Arifin ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya enggan memberi penjelasan. “Sudah saya jelaskan tadi langsung ke Eko Humas, kalau mau konfirmasi”, ujar Zaenal.

Mengenai pembatalan keberangkatan KMP DBS III tersebut, menurut Zaenal, karena tidak melakukan perpanjangan dokumen pelayaran, “Surat surat kapal sudah mati”, katanya.

Sementara itu Ketua POKMAS WAS Kelautan Sarkawi mengatakan ketidak beresan pengelolaan Transportasi Laut bukan rahasia umum lagi.

Bahwa Zaenal Arifin sebagai Pengelola Perusahaan Express dan juga merupakan pimpinan di Perusahaan BUMD PT. Sumekar Line, kebijakannya dinilai sangat merugikan Perusahaan BUMD milik Kabupaten Sumenep, “Apalagi kapal kapal itu dibeli dari uang rakyat”, tegas Sarkawi.

Dilain pihak, Pengamat Transportasi Kamaluddin mendesak Bupati Sumenep agar memberi perhatian segera.

(Imam/Ansori/red.1)