Aksi Premanisme Matel Serang Prajurit TNI AD, Kini Menyesal dan Meminta Maaf

44

berantasonline.com (Jakarta) –

Aksi tidak terpuji ditunjukan sejumlah preman berkedok debt collector dengan mengepung prajurit TNI AD Serda Nurhadi yang sedang mengemudi mobil disebuah gerbang Tol Koja Barat Jakarta Utara, Sabtu (8/5/2021) pekan lalu.

Atas kejadian tersebut, kini Koordinator Debt Collector meminta maaf kepada jajaran TNI Angkatan Darat khususnya Serda Nurhadi yang sempat menjadi target sasaran atas aksinya dengan rekannya sebanyak 10 orang tersebut.

Permintaan maaf disampaikan Ketua Koordinator Debt Collector Hendrix Liautumu kepada institusi TNI Angkatan Darat khususnya anggota Babinsa Semper Timur Kodim 0502/Jakarta Utara Serda Nurhadi.

“Saya yang ditugaskan sebagai eksekutor untuk mengambil mobil tersebut, dan atas kejadian itu saya bersama rekan-rekan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada TNI Angkatan Darat khususnya Bapak Babinsa Nurhadi”, katanya saat konferensi pers di Makodam Jaya, Senin (10/05/2021).

Hendrik mengakui bersama 10 orang rekannya telah melakukan kesalahan, dan tidak menghargai keberadaan anggota TNI yang saat itu berupaya membantu masyarakat.

“Saya akan bertanggungjawab serta siap menerima sanksi sesuai hukum yang berlaku”, tutupnya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya menegaskan bahwa 11 debt collector alias Mata Elang (Matel) pengeroyok Serda Nurhadi merupakan preman yang tidak dibekali Sertifikat Profesi Penagihan Pembiayaan alias SPPP.

“Ini preman-preman semuanya, tidak sah. Ini mereka ilegal semuanya, tidak punya kekuatan hukum,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus kepada Wartawan, Senin (10/5).

Dikatakan, para preman itu merupakan warga Tanjung Priok dan Cilincing Jakarta Utara, berinisial JAD, HHL, HEL, PA, GL, GYT, JT, AM, DS, KM, dan HRL.

(Riswan/red.2)