Ahmad Taufan, Penembakan 6 Laskar FPI Bukan Pelanggaran HAM Berat

41

berantasonline.com Depok

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima tujuh anggota Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) yang di pimpin Amien Rais di Istana Negara, membicarakan enam anggota Laskar FPI yang tewas.

Dalam pertemuan itu Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Polhukam, Mahfud Md dan Mensesneg Pratikno.

Hal itu diungkap Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam jumpa pers yang disiarkan lewat YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (09/03/2021).

Pemerintah meminta agar Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) memberikan bukti adanya pelanggaran HAM berat bukan hanya berdasarkan keyakinan.

Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan bahwa Komnas HAM menyebut tidak ada pelanggaran HAM berat dalam kasus tersebut.

Untuk itu Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik, ikut angkat bicara menjelaskan bahwa tewasnya 6 anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) bukan pelanggaran HAM berat.

Komnas HAM telah memberikan kesimpulan secara komprehensif sesuai dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia, katanya.

“Kami tidak menyatakan ini sebagai pelanggaran HAM yang berat karena kami tidak menemukan unsur-unsur kasus ini disebut sebagai pelanggaran berat sebagaimana Undang-Undang 26 Tahun 2000,” lanjutnya.

Suatu kasus dikatakan pelanggaran HAM berat itu kalau ada indikator, kriteria, dan suatu desain operasi. Seperti ada suatu perintah yang terstruktur, terkomando. Termasuk terdapat indikator isi ruangan kejadian dan lainnya, terang Taufan.

“Misalnya ada unsur yang disebut unsur sistematis. Yaitu tindakannya itu terkait dengan kebijakan organisasi atau negara. Kita tidak menemukan itu,” tutup Taufan, Selasa (10/03/3021).

Achmad Hudori