AGUS ISTIQLAL PAPARKAN CAPAIAN PEMBANGUNAN DAN PELUANG INVESTASI DI PESISIR BARAT

490

berantasonline.com (Pesisir Barat) – Dalam upaya mewujudkan Percepatan Pembangunan di Kabupaten Pesisir Barat, sampai dengan Tahun Anggaran 2018 ini Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat telah berupaya maksimal dalam melaksanakan berbagai Program Prioritas.

Dengan keseriusan dan kerja keras pemkab Pesisisr Barat kini menghasilkan berbagai capaian. Hal tersebut di sampaikan bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal, beberapa waktu lalu.

Diantara capaianya adalah ;

Memperpanjang landasan pacu atau runway Bandara Muhamad Taufik Kiemas dengan Panjang Landasan Pacu sebelumnya adalah 1100 Meter dan akan ditambah panjangnnya menjadi 1400 Meter dan lebar semula 23 Meter menjadi 30 Meter, dengan progres pekerjaan saat ini telah mencapai 90 persen pembangunanya.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat juga telah melaksanakan Pembangunan Infrastruktur jalan sampai dengan Tahun Anggaran 2018 kondisi jalan Kabupaten Pesisir Barat dengan kondisi baik 146,401 km/22,73 %, kondisi sedang 90,748 km/14,09%, kondisi rusak ringan 81,186 km/12,60% dan kondisi rusak berat 325,744/50,58%.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan listrik, pemkab Pesisir Barat juga telah menjalin kesepakatan atau memorandum of understanding (MOU) dengan PT. PLN (persero) terkait peningkatan kapasitas listrik di tahun 2017 yang lalu.

Seperti Pada saat ini pemasangan Listrik di Wilayah yang selama ini belum terjangkau yaitu wilayah pulau pisang yang merupakan salah satu destinasi wisata andalan kabupaten Pesisir Barat, sedang dilaksanakan pekerjaan pembangunannya ,yaitu ; pemasangan saluran atau jaringan kabel bawah laut, tegangan menengah 20 kv dari Tembakak sampai dengan Pulau Pisang yang menghubungkan Kecamatan Karya Penggawa dengan Kecamatan Pulau Pisang. PadaTahun 2017 sampai dengan Tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, juga telah melaksanakan pemasangan Kwh Listrik masyarakat  miskin tahap I sebanyak 1.272 Kwh dan tahap II sebanyak 1.770 Kwh. Pemasangan Tersebar di beberapa wilayah Pesisir Barat.

Sementara itu, untuk membantu masyarakat khusus nya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat telah melakukan pembangunan di sektor perumahan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman pada Tahun  2016 untuk memberikan rumah sejumlah 20 unit Rumah Khusus Nelayan di Kecamatan Pesisir Tengah, pada Tahun 2017 sejumlah 50 unit di Kecamatan Lemong dan 50 unit di Kecamatan Pesisir Tengah dan pada Tahun 2018 sejumlah 50 unit di Kecamatan Bangkunat.

Pemerintah kabupaten Pesisir Barat juga telah melakukan peningkatan kualitas perumahan tidak layak huni pada Tahun 2017 melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman sejumlah 607 unit rumah tidak layak huni dan pada Tahun 2018 sejumlah 909 unit rumah tidak layak huni. Papar Bupati.

Selain memaparkan pencapaian pembangunan di beberapa sektor, bupati Pesisir Barat, Agus Istiqlal, juga , menjelaskan potensi dan peluang investasi yang dimiliki kabupaten berjulukan Negeri Para Sai Bathin dan Ulama itu, yaitu diantaranya adalah; produksi padi selama Tahun 2016 di Kabupaten Pesisir Barat mencapai 97.035 ton dengan luas sebesar 20.155 ha dengan 88,35 % berasal dari padi sawah.

Kecamatan yang menghasilkan produksi padi terbesar adalah Kecamatan Pesisir Selatan dengan produksi sebesar 25.770 ton padi dan luas lahan sebesar 4.946 Ha. Sedangkan palawija yang potensi produksinya cukup besar adalah Jagung, Ubi Kayu, dan Kedelai yang masing-masing sebesar 25.092 ton, 2.752 ton, dan 2.061 ton; berdasarka data dari dinas pertanian kabupaten Pesisir Barat.

Masih lanjut Bupati, ” Peran dan kontribusi sektor perkebunan selama ini menunjukkan hasil yag cukup signifikan dalam mendukung laju Pembangunan di kabupaten Pesisir Barat.  Dengan potensi luas lahan perkebunan sebesar 24.117,1 ha dengan komoditas utama Kelapa dalam, Kelapa Sawit, Kopi Robusta, Aren, Lada, Nilam, Kakao, Karet, Cengkeh serta damar. Dan beberapa sektor turunan dari komoditas kelapa dan beberapa produk yang dikembangkan dari kerajianan kayu kelapa diantaranya berupa alat perkantoran, alat rumah tangga, dan lainya. Diterangkanya juga ; Untuk mendukung kegiatan perindustrian Kabupaten Pesisir Barat telah menetapkan Kawasan Usaha Agrobisnis Terpadu (KUAT) yang berpusat di Pekon Marang Kecamatan Pesisir Selatan.

Potensi Perikanan dan Kelautan di Kabupaten Pesisir Barat tersebar diseluruh wilayah yang terdiri dari Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya. Untuk perikanan tangkap berada disepanjang ±210 km dari garis pantai Kabupaten Pesisir Barat atau 19% dari panjang garis pantai Provinsi Lampung. Sejauh 0-4 mil (± 168.941 ha) adalah merupakan wilayah tangkap yang dikelola Kabupaten Pesisir Barat dengan jumlah Nelayan  792 orang dengan jumlah kapal/perahu penangap ikan sebanyak 786 (sumber PBDA 2017). Potensi ikan tangkap di perairan Kabupaten Pesisir Barat mencapai 142.197 ton/Tahun dengan total produksi mencapai 16.569,85 ton.

Kabupaten Pesisir Barat dianugrahi  garis pantai sepanjang ± 210 km yang berbatasan langsung dengan  samudera hindia memiliki banyak sekali objek wisata pantai yang potensial untuk dikembangkan.

Pada umumnya pesona dan aktifitas yang ditawarkan pada objek wisata pantai adalah snorkling, surfing, diving, renang, berlayar, berperahu motor, memancing, berjemur matahari, spooning nooks, menikmati panorama alam, fotografi, berkemah, trekking, dan bersepeda. Kabupaten Pesisir Barat memiliki sekitar 31 wisata pantai perlu dikelola dengan baik, sehingga dapat dijadikan sebagai Objek Wisata Favorit oleh Wisatawan Lokal maupun Wisatawan Mancanegara karena keindahan dan ketinggian ombaknya.

Sebagai upaya pengembangan Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat dalam rangka mewujudkan Destinasi Wisata unggulan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menyelenggarakan Event Tahunan yaitu Kejuaraan Surfing International (KRUI PRO) dan promo lainnya seperti event semarak Pulau Pisang, dan sudah dilaksanakan mulai Tahun 2017 dan Tahun 2018. Serta yang baru usai sekitar sebulan yang lalu “Kemilau Ngambur”, jelas Bupati.

(ADVERTORIAL/benk)