Ade Yasin : Kita Jadikan Bogor Punya Beras Sendiri

170

berantasonline.com (Cibinong) – Bupati Bogor Hj. Ade Munawaroh Yasin, Senin (31/12) dalam acara Sestijab dengan Bupati lama Hj. Nurhayanti menegaskan, dalam program kerjanya dalam ketahanan pangan, akan menjadikan Bogor punya beras sendiri.

“Selain menjadikan Kabupaten Bogor punya beras sendiri, juga Kabupaten Bogor bebas narkoba, tidak ada tempat bagi narkoba”, tegasnya. Terhadap program peningkatan insentif kepada RT/RW bukanlah hadiah, “tetapi akan saya lihat kinerjanya dulu”, ujarnya.

Acara Sestijab Bupati Bogor, Senin kemarin berlangsung meriah dihadiri ribuan undangan dari berbagai lapisan masyarakat Kabupaten Bogor, para ulama, kyai, tokoh politisi, LSM, Pimpinan SKPD, TNI POLRI dan Ibu-Ibu yang tergabung dalam berbagai organisasi wanita.

Masyarakat berdesak-desakan menyampaikan ucapan selamat kepada Bupati Bogor Ade Yasin dan Wakil Bupati Iwan Setiawan.

Dalam kesempatan itu Mantan Bupati Bogor Hj. Nurhayanti menyampaikan permohonan maaf atas apa yang dilakukannya selama ini, “Sebagai manusia biasa kami mohon maaf”, katanya.

Hj. Nurhayanti memohon pamit dan menyampaikan terimakasih kepada semua organisasi baik pemerintah maupun swasta dan semua pendukung selama kepemimpinannya. Ucapan selamat dia berikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor atas keberhasilan penyelenggaraan Pilbup yang telah menghasilkan kepemimpinan yang baru, “semoga Kabupaten Bogor akan.lebih baik lagi”, harapnya.

Dipenghujung sambutannya, Ade Yasin mengatakan, “kami berada disini bukan paling pintar dan bukan paling hebat, tetapi kami dipercaya oleh masyarakat Bogor dan kami berada disini untuk melayani bukan untuk dilayani. Kami akan laksanakan apa yang merupakan janji dan program kami. Selain itu kami akan lanjutkan Program Ibu Nurhayanti sebelumnya”, tegas Ade Yasin.

Siang harinya, berlangsung Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Bogor dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bogor Romli. Bupati Bogor Hj. Ade Yasin dengan lantang menyampaikan visi dan misinya selama 5 tahun kedepan.

Dalam sidang tersebut sangat disesalkan terdapat 26 orang anggota DPRD Kabupaten Bogor yang mangkir dengan berbagai alasan, diantaranya terdapat 9 anggota dari Partai Golkar dan 4 orang dari Partai Demokrat yang ditengarai sengaja memboikot.

Memang beberapa hari sebelumnya Pimpinan DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor telah melarang kadernya untuk menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor dengan alasan masih adanya persoalan bukum dalam Pilbup lalu, dan akan memberikan sangsi bagi mereka yang membangkang.

Namun Bupati Ade Yasin kepada Wartawan mengatakan, secara pribadi tidak merasa tersinggung atas ketidak hadiran sejumlah anggota dewan.

Ade Yasin menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai ketidak hadiran Ketua Dewan dan beberapa anggota DPRD dalam Rapat Paripurna ini, “karena bagi saya bukan boikot, biarkan saja”, ujar Ade Yasin.

Ketua DPP LSM Pengembangan Aspirasi Rakyat Khotman Idris bereaksi keras atas ulah puluhan anggota DPRD Kabupaten Bogor yang memboikot Sidang Paripurna penyampaian Visi dan Misi Bupati Bogor tersebut. Menurut Khotman, alasan masih ada persoalan hukum terkait Pilbup Bogor sulit untuk dimengerti akal sehat.

“Keputusan Mahkamah Konstitusi sudah final dan tidak ada celah atau upaya lain lagi”, tegas Khotman. “Oleh sebab itu seharusnya semua pihak legowo menerima putusan hukum tertinggi karena proses hukum sudah tertutup. Upaya Partai tertentu untuk menggugat hanya akan sia sia dan masyarakat akan menilai betapa kerdilnya pemikiran mereka”, ujar Khotman menambahkan.

(Bust)