80 Wartawan Kota Depok Mendapat Suntikan Vaksin Covid

25

berantasonline.com Depok

Puluhan Wartawan yang bertugas di Kota Depok bersama ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintahan Kota Depok mulai tanggal 1, 2 dan 3 Maret 2021 mendapat suntikan vaksin tahap pertama pencegahan Covid-19 dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok di RSUD Kota Depok.

“Jumlah data wartawan untuk yang memperoleh vaksin tahap pertama pencegahan Covid-19 sekitar 80 orang yang bertugas di Kota Depok, sedangkan untuk ASN mencapai ratusan orang dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok Sidik Mulyono, Selasa (2/3).

Mereka khususnya wartawan Kota Depok yang ingin mendapatkan suntikan vaksin tahap pertama pencegahan Covid-19 dapat mendaftar melalui online www.s.id/daftarvaksin2021 sejak dua hari lalu, untuk jajaran ASN memang sudah dikoordinasi di masing-masing OPD.

“Pemberian vaksin dilakukan di Gedung C Lantai 4, RSUD Depok sejak tanggal 1, 2 dan 3 Maret 2021 dibagi dua sift mulai pukul 08.00-12.00 dan pukul 13.00-16.00, semua yang mendapatkan suntikan vaksin harus membawa KTP untuk mencocokkan data pendaftaran”.

Kegiatan yang dilakukan sekitar 12 orang petugas RSUD Depok terbagi empat meja pelayanan, yaitu meja pendaftaran, mengecek kesehatan seperti tekanan darah, pengecekan penyakit yang ada pernah diderita, melakukan penyuntikan vaksin, dan menunggu buku kartu vaksin Covid-19.

“Mereka yang diberikan suntikan vaksin tahap pertama Covid-19 didjawalkan kembali dua pekan lagi untuk mendapatkan suntikan vaksin tahap kedua pencegahan Covid-19,” tuturnya.

“Para wartawan yang diberikan suntikan vaksin tahap pertama Covid-19 didjawalkan kembali dua minggu lagi untuk mendapatkan suntikan vaksin tahap ke dua pencegahan Covid19,” jelasnya..

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya memberikan edukasi kepada wartawaan tentang ide dalam pencegahan Covid-19 yaitu dengan melakukan tindakan preventif. Wartawan diminta dapat mendukung dan menyampaikannya kepada masyarakat.

“Ide yang saya sampaikan dapat didukung. Kita kerja samanya pentahelix, dimana media yang menaungi wartawan terdapat di dalamnya,” terangnya.

Sidik menjelaskan, selama ini pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah cenderung kuratif. Yaitu penanganan terhadap pasien yang positif dengan menyediakan tempat isman maupun perawatan di rumah sakit.

“Harusnya isman itu dilakukan jauh sebelum positif Covid-19, yaitu pada saat kita mengetahui tubuh kita mengalami sindrom metabolik. Harusnya kita melakukan isman itu sebelum positif Covid-19,” tuturnya.

Dia menjelaskan, sindrom metabolik antara lain hipertensi, asam urat tinggi, kolesterol tinggi, dan sebagainya. Kemudian, imbuhnya, dalam mengenali sindrom metabolik dibutuhkan kerja sama puskesmas maupun dinas terkait. “Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan darah gratis,” jelas Sidik.

Sidik berharap wartawan dapat memahami prinsip dari tindakan preventif tersebut. Semua itu dimaksudkan agar insan pers bisa menjadi pelopor dalam pencegahan Covid-19. “Hingga saat ini wartawan yang bertugas di Kota Depok belum ada yang terpapar Covid-19, ini merupakan kebanggan kita,” tuturnya.

Achmad Hudori