5 Korban Longsor Cijeruk Akhirnya Ditemukan

116

berantasonline.com (BOGOR) – Evakuasi korban longsor di Kampung Maseng Rt.2 Rw.8 Desa Warung Menteng Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor, yang terjadi pada 5 Februari 2018 di lanjutkan hari ini Rabu, 7 Februari 2018 dan berhasil menemukan total korban longsor sebanyak 5 orang.

Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf M. Hasan mengatakan, evakuasi korban longsor yang dilakukan aparat gabungan TNI dan Polri, PMI, Tim SAR, BPBD serta unsur lainnya di bantu warga setempat akhirnya membuahkan hasil.

Tim Gabungan TNI Polri bahu membahu mengevakuasi korban longsor cijeruk.

Danrem 061/Suryakancana menjelaskan bahwa Jenazah yang ditemukan pada evakuasi korban longsor Cijeruk hari kedua tanggal 6 Februari 2018, Pukul 10.30 wib atas nama Ibu nani usia 35 th dalam keadaan utuh, Aldi usia 9 th dalam keadaan utuh, Aurel usia 1,9 th jenazahnya di temukan tanpa kepala.

Kemudian pada sore hari pukul 14.30 wib di temukan atas nama Alan 17 th jenazahnya di temukan tanpa tangan, kemudian bagian kepala yang diprediksi adalah bagian kepala dr korban yang bernama Aurel.

Selanjutnya evakuasi pada hari ketiga yaitu tanggal 7 Februari 2018, di mulai pukul 07:20 WIB di temukan bagian tubuh yaitu tangan atas nama Alan, serta yang terakhir pada Pukul 09:00 WIB jenazah terakhir dari pencarian korban tanah longsor di Cijeruk di temukan atas nama Adit, jenazahnya di temukan dalam keadaan utuh.

“Sehingga evakuasi di nyatakan telah selesai karena dengan demikian seluruh korban longsor di Cijeruk sudah di temukan lengkap dan akan di identifikasi di Puskesmas setempat untuk selanjutnya jenazah di serahkan kepada pihak keluarganya. “jelas Danrem 061/SK.

Foto bersama tim evakuasi usai melaksanakan misi pencarian korban longsor cijeruk.

Danrem 061/Suryakancana beserta jajarannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah turut membantu dalam evakuasi korban bencana longsor di Cijeruk ini.

Langkah selanjutnya Danrem memerintahkan kepada Koramil dan Polsek Cijeruk agar berkoordinasi atau melakukan pendampingan kepada PT KAI guna memperbaiki pondasi jalan kereta API yang mengalami longsor dan memakan korban masyarakat sekitar pondasi tersebut. (Manan)