4 Teroris JAD Ditembak Mati Densus 88 Di Cianjur

258

berantasonlune.com (Cianjur) – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri berhasil menembak mati empat teroris setelah sebelumnya terjadi kejar kejaran di Terminal Pasirhayam, Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (13/5) dini hari.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto dalam keterangan kepada pers di Mabes Polri mengatakan, para teroris tersebut sebelumnya telah melakukan latihan militer di Sukabumi untuk melakukan penyerangan ke sejumlah tempat.

“Mereka sudah melakukan latihan militer di Sukabumi, dalam rencana penyerangan ke sejumlah tempat. Mereka berencana melakukan penyerangan pos dan markas polisi di Jakarta, Bandung, Mako Brimob Kelapa Dua Depok Jabar.

Identititas para teroris antaralain BBN (20) warga Kebayoran Jakpus, DCN (23) warga Kebumen Jateng, AR (35) warga Pekalongan Jateng dan HS (23) warga Lampung Utara, ujaranya.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto

Dikatakan, mereka adalah sel-selnya ‘tidur’ teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang bangkit menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Mereka tergabung dalam unit kelompok JAD Jabodetabek, dipimpin K dan DS yang merupakan napi terorisme. Salah satu di antaranya diketahui sebagai pelajar.

Densus 88 Antiteror saat ini terus mengejar anggota kelompok JAD yang dikhawatirkan akan menggelar serangan lain. Sebab, kata Setyo, kelompok itu tetap menjadikan polisi sebagai target utama serangan.

Keempat pelaku menggunakan mobil Honda Brio warna silver bernomor polisi F 1614 UZ saat menuju Jakarta. Mereka dikuntit oleh anggota Densus 88 sejak dari wilayah Sukabumi. Dari tangan terduga teroris disita sejata api jenis revolver, 8 peluru, HP, Value Card, Kartu multi trip, kartu ATM.

Disebutkan, saat memasuki wilayah Cianjur, tepatnya di perempatan Terminal Pasirhayam, terduga teroris yang mengetahui keberadaan petugas mencoba melarikan diri dengan masuk ke dalam kawasan terminal.

Ketika itu juga Densus 88 langsung mengejar namun ketika diberhentikan keempat terduga teroris mencoba melawan dengan senjata api. Setyo mengatakan, anggota Densus 88 terpaksa menembak keempatnya hingga tewas. Jasad mereka lantas dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, buat diautopsi.

Densus 88 menyita barang bukti 1 unit mobil yang ditumpangi terduga teroris, 2 pucuk senjata api rakitan jenis revolver, 3 buah tas yang diduga berisi bahan peledak, 2 buah pelindung kepala (helm),1 lembar kertas bergambar sketsa rakitan senjata api dan beberapa barang bukti lainnya. (Sam/Manan)