Lampu Merah Simpang Bhayangkara Palabuhanratu Padam, DPRD: Perlu Disikapi Serius Oleh Dishub

7

berantasonline.com (Sukabumi)

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Badri Suhendi merasa prihatin padamnya lampu merah di Simpang Bhayangkara Palabuhanratu. Menurutnya, masalah padamnya lampu rambu lalu lintas tersebut memang memerlukan penanganan serius dari Dinas Perhubungan, hal itu setelah Ia mendengar dan melihat kondisi tiang lampu merah atau traffic light yang roboh.

“Ini tentu memprihatinkan bagi kita semua, termasuk saya dari Fraksi Demokrat. Lampu merah ini sangat penting dalam mengontrol dan mengatur lalu lintas di wilayah Kota Palabuhanratu, terutama didepan Pendopo Bupati,” ungkapnya, Jum’at (21/06/2024).

“Perlu penyikapan secara serius oleh Dinas Perhubungan karena lampu merah ini sangat urgent, harus menjadi perhatian serius. Terlepas dari penyebabnya, apakah karena musibah atau kerusakan akibat usia,” imbuhnya.

Badri menegaskan, perlunya penanganan segera terhadap masalah ini. Untuk itu, diharapkan segera ditangani dan diselesaikan secara maksimal agar arus lalu lintas di wilayah Palabuhanratu kembali normal. Perempatan Bhayangkara merupakan titik lalu lintas yang vital, menghubungkan Jalan Siliwangi menuju Jalan Bhayangkara dan Cangehgar serta Pangsor, sehingga dengan ketidak berfungsian lampu merah di simpang ini sangat mengganggu arus lalu lintas, baik bagi pengendara sepeda motor maupun mobil.

“Saya kira penting untuk segera diperbaiki. Bila perlu, kondisi tiang-tiang lampu merah dan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Kabupaten Sukabumi, khususnya di Palabuhanratu, perlu mendapat perhatian yang serius,” tegasnya.

“Lampu merah di Simpang Bhayangkara yang padam ini diharapkan dapat segera diperbaiki untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Budianto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan vendor atau penyedia jasa barang untuk material lampu merah tersebut agar segera diperbaiki.

“Sudah mau dibenerin, sudah disurati dan ditelepon (vendor) supaya dipercepat,” singkatnya.

(Alex/Ris)