Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Cidahu dan Komunitas Lakukan Pengecoran Jalan, Begini Tanggapan Dinas PU

24

berantasonline.com (Sukabumi)

Warga Cidahu bersama komunitas inisiatif lakukan perbaikan jalan yang sudah lama rusak dengan cara patungan dan lakukan pengecoran secara swadaya. Aksi tersebut dilakukan lantaran mereka kesal jalan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi ini tak kunjung diperbaiki.

Perbaikan jalan tersebut berlokasi di Kampung Pasirreungit Desa Jayabakti Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi. Ada hal yang menarik perhatian dari aksi tersebut, pasalnya warga memasang spanduk bernada sindiran dengan tertuliskan “Mohon Maaf Perjalanan Terganggu, Perbaikan Jalan Kabupaten Dari Swadaya Kerjasama Masyarakat Dan Komunitas”.

Tak hanya itu, warga juga menuliskan kalimat yang lebih tajam, menyinggung soal pajak yang dibayarnya akan tetapi tidak kembali pada kebutuhannya seperti jalan mulus. “Taat pajak Jalan Rusak, Masyarakat Dan Komunitas Peduli Atas Fasilitas Pemerintah”.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Kurniawan mengatakan, aksi yang dilakukan ini adalah upaya nyata untuk memperbaiki kondisi jalan yang rusak di wilayahnya, terutama di ruas jalan Caringin-Cidahu khususnya di Kampung Pasirreungit sebagai titik kerusakan terparah.

“Ini adalah satu aksi dari kita, tidak hanya ngomong minta perbaikan. Kami serius bahwa kami ingin jalan yang baik dan perawatan kedepannya,” ujarnya saat di konfirmasi di lokasi, Rabu (15/05/2024).

Kurniawan menyatakan, sebelum masyarakat melakukan aksi pengecoran jalan, beberapa tokoh masyarakat setempat telah melakukan audiensi dengan Pemerintah. Namun hingga saat ini, belum mendapat kejelasan terkait waktu perbaikan jalan.

“Kemarin, melalui perwakilan kami dan teman-teman komunitas lainnya, kita sudah audiensi. Katanya di pertengahan Mei, tapi saat ini tidak ada kejelasan. Maka, kita sebagai komunitas berinisiatif untuk bagaimana membangun jalan ini secara swadaya,” ucapnya.

“Disini sering terjadi kecelakaan, terutama saat hujan besar ketika air melimpah. Jalan ini yang paling parah walaupun jaraknya hanya 20 meter tapi rawan. Berbeda dengan yang di Pondokkaso, rusak tapi jalannya datar,” imbuhnya.

Kurniawan berharap, kondisi jalan ini mendapatkan perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. “Cidahu ini banyak Perusahaan-Perusahaan yang bonafit dan termasuk akses wisata, sementara Sukabumi ini didominasi oleh wisata. Bagaimana wisata mau masuk kalau jalannya tidak diperbaiki,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi melalui Kepala UPTD PU Wilayah III, Uus Iskandar, memberikan tanggapan positif terhadap aksi perbaikan jalan yang dilakukan oleh masyarakat Cidahu melalui pengecoran. Ia mengakui bahwa ruas jalan Caringin-Cidahu memang mengalami kerusakan yang cukup panjang.

“Tentunya tahun ini pasti ada penanganan untuk ruas jalan Caringin-Cidahu, tetapi tidak mungkin semuanya bisa ditangani,” jelasnya.

Uus menegaskan, bahwa pihaknya tidak memilih-milih dalam melakukan perbaikan jalan, namun memprioritaskan mana yang harus didahulukan. Ruas jalan Cidahu sendiri sebenarnya sudah masuk dalam rencana perbaikan.

“Namun, ketika sudah diperbaiki oleh masyarakat secara swadaya, nanti kita bisa alihkan ke titik yang lain. Untuk pengajuan perbaikan jalan Cidahu itu sendiri agar dilakukan betonisasi supaya kekuatannya bisa tahan lama. Semoga bisa terealisasi dalam bulan-bulan ini, meskipun proses lelang memakan waktu lebih dari satu bulan,” pungkasnya.

(Alex/Ris)