Warga Keluhkan Jalan Rusak Penghubung Dua Kecamatan Di Sukabumi, Dinas PU: Usulannya Sudah Diajukan

8

berantasonline.com (Sukabumi)

Ruas jalan Ciangsana-Puncak Madura penghubung dua Kecamatan, yakni Kecamatan Cicantayan dan Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi kondisinya sangat memprihatinkan. Jalan tersebut merupakan akses warga untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Dengan kondisi jalan rusak di beberapa titik, warga mengeluhkan akan hal itu. Pasalnya, aktivitas mereka tersendat akibat rusaknya akses jalan penghubung dua Kecamatan tersebut.

Kepala Desa Hegarmanah Kecamatan Cicantayan, Ujang Natadireja mengatakan, akibat kerusakan di beberapa titiknya, sehingga sering terjadi kecelakaan. Pihaknya mengakui bahwa sudah melaporkan kondisi jalan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi melalui dinas terkait, namun sampai saat ini belum ada tanggapan.

“Dari total sepanjang 7 kilometer, yang rusaknya sekitar 1,7 kilometer,” ujarnya, Senin (13/05/2024).

Ujang pun berharap, Pemkab Sukabumi bisa secepatnya meninjau dan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan tersebut.

“Ini kan jalan hidup, menjadi akses bagi kegiatan masyarakat setiap hari, akses ekonomi, anak sekolah, dan para pekerja pabrik, serta para petani manggis, kasian warga apalagi jika musim hujan sering terjadi kecelakaan,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui Plt Kepala UPTD PU Wilayah II Cibadak, Heri Hermawan mengatakan, pihaknya sudah mengetahui kerusakan ruas jalan Ciangsana-Puncak Madura. UPTD Wilayah Cibadak selalu mengusulkan dan menangani perbaikan jalan di wilayah tersebut.

“Jalan sepanjang 1,7 kilometer yang rusak, mudah-mudahan tahun ini ada penanganan lanjutan terkait kerusakannya. Usulannya sudah diajukan, tetapi kebijakan ada di Dinas,” ujarnya.

Heri menampik tudingan bahwa jalan tersebut belum tersentuh selama 20 tahun. Menurutnya, setiap tahun selalu ada usulan penanganan. Tahun lalu misalnya, dilakukan penanganan rutin di STA 8 KM dan penanganan rekonstruksi di STA 6 KM.

“Bisa dicek, setiap ruas jalan pasti ada penanganan. Jadi, kalau ada yang mengatakan 20 tahun tidak ada penanganan, itu tidak mungkin. Tahun kemarin saja baru ada,” tandasnya.

(Alex/Ris)