Banyak PR Terkait Sekolah Rusak, Kadisdik: Anggaran Perbaikan Melalui DAK Masih Minim

5

berantasonline.com (Sukabumi)

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha memastikan sekolah rusak di Kabupaten Sukabumi akan segera diperbaiki. Namun, anggaran perbaikan sekolah di Kabupaten Sukabumi yang mengalami kerusakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dinilai masih minim.

“Untuk di Kabupaten Sukabumi memang banyak sekolah rusak dan ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, dan untuk masalah DAK ini sangat jomblang sekali. Terus terang saja untuk di tahun 2024 ini khusus untuk SD dari biasanya Rp 56 Miliar, sekarang hanya Rp 2.4 Miliar yang diturunkan oleh Pusat,” ungkapnya kepada awak media, Selasa (21/05/2024).

Kadisdik menjelaskan, berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kabupaten Sukabumi, di tahun 2023 sebanyak 6.598 bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Sukabumi mengalami kerusakan. Jika dirinci, dari 6.598 bangunan sekolah itu ada 931 bangunan SD rusak berat, 2.453 rusak sedang dan 3.214 rusak ringan. Untuk menangani kerusakan tersebut, pihaknya telah melakukan perbaikan mulai dari perbaikan ringan hingga perbaikan berat.

“Kita mengajukan setiap tahun. Dan setiap tahun juga ada sekolah yang diperbaiki, kami pun sudah berusaha bersama rekan-rekan semua, mudah-mudahan di tahun 2025 akan meningkat lagi sehingga sedikit demi sedikit menyelesaikan sekolah yang roboh,” ujarnya.

Kadisdik menuturkan, untuk tahun 2025 pihaknya sudah mengajukan 300 sekolah rusak kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Hanya saja dari 300 sekolah yang diajukan, 150 sekolah yang memenuhi syarat Kemendikbudristek untuk dilakukan rehab di tahun 2025 nanti.

“Yang diajukan oleh kita untuk 2025 itu sebanyak 300 sekolah, tetapi yang memenuhi syarat dan di ACC oleh kementerian itu hanya 150 sekolah saja untuk rehab di tahun 2025. Tentu kita tidak memungkiri juga bahwa Kabupaten Sukabumi dengan luasan Kabupaten terluas se-Jawa dan Bali ini, khususnya untuk SD dengan jumlah 1200 sekolah serta SMP Negeri dan Swasta sebanyak 300 sekolah lebih secara bertahap sedikit demi sedikit kita perbaiki,” pungkasnya.

(Alex/Ris)