Progres Perbaikan Tol Bocimi Pasca Longsor Di KM 64 Belum Bisa Digunakan Arus Mudik Lebaran

31

berantasonline.com (Sukabumi)

Tol Bocimi Seksi 2 masih belum bisa digunakan untuk aktivitas mudik dan balik pada lebaran 2024. Meskipun sebelumnya Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menekankan proses perbaikan temporer yang dikebut, pasca ambrolnya badan jalan tol KM 64, pada Jum’at 5 April 2024 kemarin.

Demikian juga dikatakan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, ia menyebut pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengupayakan agar ruas Tol Bocimi Seksi 2 dapat digunakan kembali pada hari Senin atau Selasa pekan depan.

Hal itu diungkapkan Bey saat mendampingi kunjungan Menteri PUPR ke lokasi longsor di Tol Bocimi KM 64 +600 A lajur Jakarta menuju Sukabumi, Jum’at (05/04/2024).

“Kita Pemprov Jabar menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PUPR atas respons cepat, karena ini arus lebaran dimana akan banyak kepadatan lalu lintas. Tapi juga disampaikan hari Senin-Selasa dibuka kembali. Itu kabar baik bagi kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Humas PT Waskita Karya, Rofik mengatakan pihaknya belum bisa memastikan bahwa Tol Bocimi Seksi 2 akan dilakukan uji jalur setelah ditangani menggunakan sheet pile.

“Belum ada informasi lanjutan dari pimpinan, saat ini masih proses pengerjaan,” ujarnya kepada awak media, Senin (08/04/2024).

Hal senada dikatakan Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Fiekry Adi Perdana, informasinya untuk lebih lanjut dari pihak tol kita belum ada, cuma berdo’a berharap agar kembali normal lagi.

“Intinya, Kami sangat menantikan kabar baik agar normal kembali, agar masyarakat lebih nyaman berkendara dan untuk keluar kota juga,” ucapnya.

Oleh karenanya, kepolisian memfokuskan untuk pengamanan di Jalan Nasional Sukabumi-Bogor, mengingat potensi volume kendaraan yang akan meningkat, akibat masih ditutupnya Tol Bocimi. Menurut Fiekry, hal tersebut bertujuan untuk kenyamanan, ketertiban masyarakat.

“Hari ini kurang lebih ada lima kali dilakukan one way dari pagi, namun hari ini kita mainnya lebih panjang untuk jalur alternatif. Jadi untuk mengarahkan masyarakat melintas jalur alternatif, karena supaya untuk jalur kepadatan atau kemeriahan terutama di Pasar Cicurug ini volume kendaraan supaya berkurang,” paparnya.

Fiekry menjelaskan, alternatif yang direkomendasikan untuk sementara masih Tenjoayu, mengingat masih di hari mudik untuk memprioritaskan pengendara yang akan mudik.

“Arus lalu lintas saat ini masih banyak, saudara-saudara kita yang ingin kembali ke kampung halamannya, namun untuk volume kendaraan sudah tidak sebanyak hari Jum’at dan Sabtu,” ungkapnya.

“Jadi kemungkinan sesuai dengan data yang kami minta dari Dishub, itu titik mudiknya (puncak mudik) malam Sabtu,” imbuhnya.

Meskipun begitu, ia menyatakan, masih ada potensi peningkatan volume kendaraan, yakni satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H.

“Kalau titik meriah mungkin besok pada malam takbiran, ditambah ini jalur utama dalam artian arteri dan masyarakat lokal ingin yang merayakan untuk malam takbir jelang lebaran, jadi memang akan ada sedikit kemeriahan,” pungkasnya.

(Alex/Ris)