Tawuran Antar Pelajar Terjadi Lagi, Sekda: Kami Prihatin dan Sudah Koordinasi Dengan Disdik Serta Kepsek

10

berantasonline.com (Sukabumi)

Aksi tawuran antar pelajar di Kabupaten Sukabumi kembali terjadi. Akibatnya satu orang luka serius pada bagian kepala dan punggung akibat terkena sabetan benda tajam. Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengaku prihatin terjadinya aksi tersebut.

Diketahui, aksi tawuran antar pelajar itu melibatkan alumni yang dilakukan oleh tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sukabumi yang tergabung menjadi dua kelompok.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Cireunghas, Kampung Gandasoli Desa Cipurut Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi, pada Senin 5 Februari 2024 sekira pukul 19:30 WIB kemarin.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman mengaku prihatin atas aksi tawuran yang dilakukan oleh para pelajar SMP tersebut hingga mengakibatkan satu orang luka.

“Kita jelas sangat prihatin. Karena, Kabupaten Sukabumi ini sudah jadi Kabupaten Layak Anak (KLA). Tapi, masih ada terjadi hal seperti ini,” ujar Sekda, Selasa (06/02/2024).

Melalui Pemerintah Kecamatan hingga Pemerintah Desa, Kata Sekda, setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan penelusuran untuk memastikan kebenarannya kepada ketiga sekolah terkait.

“Perkaranya kan sekarang lagi ditangani oleh pihak Kepolisian. Khususnya dari Polsek Cireunghas. Tapi kita juga dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi tengah memintai atau ditugaskan kepada Pemerintah Kecamatan Cireunghas untuk melakukan penelusuran,” ucapnya.

Sekda menuturkan, dalam hal ini, pengawasan orang tua menjadi poin penting dalam perhatiannya. Pasalnya, tawuran terjadi diluar jam sekolah.

“Koordinasi terlebih dahulu permasalahannya seperti apa. Karena, masih belum jelas. Kita tetap saja akan cepat respon. Apalagi kejadian tawuran itu terjadi di waktu luar jam sekolah atau malam hari. Seharusnya pengawasan orang tua juga menjadi perhatian,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Pihaknya mengaku sering melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi serta melakukan imbauan kepada para Kepala Sekolah untuk melakukan pengawasan terhadap anak didiknya dalam rangka mengantisipasi kenakalan remaja.

“Kalau di sekolah memang jadi beban guru. Tapi, kalau diluar sekolah itu sudah bukan jadi tanggung jawab guru. Tetapi tetap saja harus jadi pengawasan kita bersama. Iya, utamanya orangtua harus bisa melakukan pengawasan kepada anak-anaknya secara baik dan benar,” pungkasnya.

(Alex/Ris)