Kasus Pencabulan Oleh Oknum Kepsek, Kadisdik Geram Karena Telah Mencoreng Dunia Pendidikan

25

berantasonline.com (Sukabumi)

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha mengaku geram dengan aksi amoral oknum Kepala Sekolah (Kepsek) pelaku cabul terhadap 10 orang siswinya. Pasalnya, kelakuan oknum Kepsek tersebut telah mencoreng nama baik di dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Sukabumi.

“Apa yang dilakukan oknum kepala sekolah tersebut merupakan perbuatan yang tidak bisa ditolerir. Hal itu juga telah mencoreng dunia pendidikan Kabupaten Sukabumi,” ujarnya, Jum’at (23/02/2024).

Lebih lanjut Eka Nandang menjelaskan, pihaknya telah melayangkan surat kepada Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sukabumi. Dalam isi surat tersebut, oknum Kepsek inisial E itu dicopot dari jabatannya dan untuk mengisi kekosongan akan diganti oleh Pelaksana tugas (Plt).

“Kita sudah layangkan surat ke BKPSDM untuk ditindaklanjuti. Penggantinya, sekarang sudah ada Plt seorang guru perempuan,” jelasnya.

Untuk anak-anak yang menjadi korban, lanjut Eka Nandang, pihaknya akan berkoordinasi dengan DP3A untuk penanganan dan pemulihan psikologis mereka.

“Kami akan berkoordinasi dengan DP3A untuk pelajar yang diduga mengalami pencabulan dari pelaku. Untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut, sampai hari ini masih berjalan seperti biasa,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo mengatakan, para korban membuat laporan pada Februari 2024, perbuatan pelaku dilakukan sejak Januari 2023 silam. Diketahui pelaku berusia 53 tahun dan berstatus sebagai ASN.

“Kita telah menangani dugaan tindak pidana pencabulan anak dibawah umur, laporan polisi pada 7 Februari 2024. Kita lakukan penyelidikan secara maraton, akhirnya diperoleh data korban sebanyak 10 orang,” bebernya.

Tony mengungkapkan, sesuai aturan penanganan kasus kriminalitas yang berkaitan dengan korban anak, pihaknya tidak bisa menyebutkan secara detil lokasi Kecamatan dan Sekolah tempat peristiwa itu berlangsung.

“Karena sensitif, kami tidak bisa menyampaikan lokasi Kecamatan dan SD nya, kejadian ini adalah pencabulan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah kepada muridnya. Terkait kejadian ini ada 10 anak korban yang rata-rata usianya antara 10 sampai 12 tahun,” ungkapnya.

“Kejadian itu terungkap setelah orang tua salah satu korban melaporkan peristiwa yang menimpa salah satu putrinya, ia mengadukan peristiwa itu terjadi sejak tahun 2023 silam,” pungkasnya.

(Alex/Ris)