Hari Bahasa Ibu Sedunia, Bupati Sukabumi Imbau Lestarikan Bahasa Sunda, Kadisdik: Bentuk Eksistensi Bahasa Ibu

8

berantasonline.com (Sukabumi)

Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Ibu Sedunia, Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami mengimbau warga Kabupaten Sukabumi untuk menjadikan Bahasa Sunda sebagai Bahasa Ibu atau bahasa asli/pertama dengan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kabupaten Sukabumi merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat tentunya Bahasa Sunda harus menjadi Bahasa Ibu serta harus dipahami dan diucapkan pertama kali oleh seseorang untuk berkomunikasi,” ujarnya, Rabu (21/02/2024).

Menurutnya, warga Sukabumi harus bangga menggunakan Bahasa Sunda saat berkomunikasi dengan siapapun setiap harinya. Selain itu, momentum Hari Bahasa Ibu Sedunia ini untuk meningkatkan kesadaran akan keragaman bahasa dan budaya.

Hari Bahasa Ibu Sedunia yang jatuh setiap tanggal 21 Februari, juga untuk mempromosikan persatuan keanekaragaman serta pemahaman internasional melalui multi bahasa dan multi kulturalisme.

“Maka dari itu, keberadaan Bahasa Sunda harus dilestarikan, salah satunya dengan menghidupkan dan bangga menggunakan Bahasa Sunda sebagai Bahasa Ibu dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

“Selain itu, peran orang tua pun sangat penting seperti membiasakan berkomunikasi dengan anak-anaknya dengan menggunakan Bahasa Sunda yang baik dan benar sesuai dengan tingkatan dalam keluarga,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha mengatakan, Bahasa Ibu penting digunakan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam hal komunikasi.

“Kami bersyukur dan mengapresiasi warga Kabupaten Sukabumi yang masih tetap menggunakan dan menjaga Bahasa Sunda ditengah gempuran Budaya dan Bahasa Asing, ini menunjukkan bentuk eksistensi keberadaan Bahasa Ibu,” pungkasnya.

(Alex/Ris)