Tangan Karyawan Putus Akibat Kecelakaan Kerja, DPRD Sukabumi Sidak PT ADJ

5

berantasonline.com (Sukabumi)

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar bersama Anggota DPRD Dapil II, Teddy Setiadi melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke PT Aneka Dasuib Jaya (ADJ) berlokasi di Desa Cibodas Kecamatan Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi, Rabu (21/02/2024).

Kunjungan tersebut dilakukan, menindaklanjuti insiden kecelakaan kerja yang mengakibatkan tangan seorang karyawan putus.

“Berdasarkan laporan masyarakat tentang kecelakaan kerja di PT ADJ, kami datang untuk memastikan kebenaran kejadian tersebut pada 13 Februari 2024. Ternyata memang terjadi kecelakaan kerja di perusahaan ini,” ujar Hera.

Hera pun menyampaikan, bahwa korban telah ditangani di rumah sakit dan diberikan santunan oleh perusahaan. Namun, Hera meminta informasi terkait jaminan kesejahteraan yang seharusnya ada dalam program BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek.

“Ada empat jaminan dalam BPJS Jamsostek yakni kesehatan, kecelakaan kerja, kematian dan pensiun. Namun, di PT ADJ baru terdapat dua jaminan, yaitu kecelakaan kerja dan kematian,” tuturnya.

Dari sekitar 800 karyawan, hanya beberapa yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Hera menekankan perlunya semua karyawan dimasukkan kedalam program tersebut.

“Kami meminta perusahaan memasukkan semua karyawan kedalam program Jamsostek, karena baru 63 karyawan yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Selanjutnya Hera menyatakan, bahwa aspek terkait upah dan hal lainnya masih dalam pemeriksaan, dan belum dapat disampaikan kepada media.

“Karena saya belum bisa mendapatkan informasi yang tepat dari orang yang bertanggungjawab. Disini Pak Rama juga belum bisa memastikan, karena penanggungjawab perusahaan ini direkturnya ada di Tangerang,” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan melanjutkan dilain waktu untuk menelusuri aspek terkait upah dan hal lain di perusahaan tersebut.

“Sehingga saya meminta kepada perusahaan, untuk kemudian kami datang kembali beserta Disnaker pengawasan kerja BPJS Ketenagakerjaan, termasuk Forkopimcam dan Puskesmas di sini, karena belum ada klinik,” ungkapnya.

Selain itu, Hera menekankan, bahwa perusahaan harus memberikan jaminan untuk pemulihan karyawan yang mengalami kecelakaan kerja agar dapat kembali bekerja.

“Sebenarnya untuk para pekerja tidak usah takut bekerja dengan resiko (kecelakaan) tinggi sekalipun, karena itu resiko bekerja. Tapi yang masalah adalah perusahaan harus memberikan pelayanan jaminan kecelakaan kesehatan, kematian bahkan pensiun,” pungkasnya.

(Alex/Ris)