Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Minta Pemda Segera Turun Tangan Terkait Perumda ATE

14

berantasonline.com (Sukabumi)

Perusahaan Umum Daerah Aneka Tambang dan Energi (Perumda ATE) Kabupaten Sukabumi terkatung-katung karena tak lagi menerima penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) selama tiga tahun terakhir, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi dari fraksi PDIP, Anang Janur, menanggapi kondisi perusahaan tersebut.

Anang mengaku prihatin, Ia juga sudah mendengar bahwa ada tiga eks pejabat Perumda ATE yang terjerat kasus korupsi terkait penyertaan modal dan memberikan efek domino bagi perusahaan plat merah itu.

“Kami mendapat informasi bahwa adanya kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang dilakukan tiga mantan pejabat Perumda ATE 2015-2016. Dan kasusnya sedang ditangani pihak berwenang,” kata Anang kepada awak media saat menghadiri sosialisasi 4 pilar di GOR Surade Kabupaten Sukabumi, Selasa (30/01/2024).

Anang mengatakan, meski saat ini belum ada penyertaan modal kepada Perumda ATE, dirinya berharap kepada jajaran Direksi yang kini tengah menangani perusahaan tersebut bisa menjalankan usaha yang ada, seperti tambang di Desa Padabeunghar Kecamatan Jampangtengah Sukabumi.

“Namun kami prihatin juga, karena mungkin perusahaan yang tidak jalan dan tidak berkembang pada periode yang lalu, sehingga belum ada penyertaan modal,” ujarnya.

Menurut Anang, jajaran Direksi Perumda ATE yang ada pergantian tiap periode, tentunya harus ada laporan pertanggungjawaban terkait aset Pemda, karena aset Pemda adalah aset masyarakat Kabupaten Sukabumi juga, sehingga ia meminta semua harus transparan.

“Pemda harus segera turun tangan untuk kembali memulihkan Perusahaan Daerah tersebut agar sehat, ada transparansi, dan juga bisa dipertanggungjawabkan untuk kedepannya,” pintanya.

“Kaitan penyertaan modal atau aset Pemda, itu harus dipertanggungjawabkan oleh Pemda dan Perumda ATE, karena itu uang rakyat,” tandasnya.

(Alex/Ris)