Sukabumi Jadi Bahan Tertawaan Saat Usulkan Jadi Kawasan Aglomerasi, BPC HIPMI Tunggu Klarifikasi Dari DPR

21

berantasonline.com (Sukabumi)

DPR RI dengan Pemerintah gelar Rapat Pembahasan Panitia Kerja Rancangan Undang-undang Daerah Khusus Jakarta (Panja RUU DKJ) dengan pokok pembahasan terkait ketentuan kawasan aglomerasi di sekitar Jakarta, bertempat di Kompleks Senayan Jakarta, Kamis (14/03/2024).

Dalam rapat tersebut, ketika wilayah Sukabumi diusulkan masuk pada kawasan aglomerasi Jakarta, sempat menjadi bahan tertawaan. Hal itu telah menyita banyak perhatian semua kalangan.

Wakil Ketua Badan Legislatif (Baleg), Achmad Baidowi yang akrab disapa Awiek turut menertawakan atas usulan Sukabumi masuk pada kawasan aglomerasi dalam kegiatan Baleg DPR RI tersebut.

Ditempat terpisah, Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Sukabumi, Imam Noeril mengatakan, BPC HIPMI yang merupakan wadah bagi seluruh pengusaha muda yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi, menilai bahwa Sukabumi ini tidak ada salahnya masuk kedalam kawasan aglomerasi.

“Iya, tidak juga ditertawakan saat rapat DPR. Emang ada yang lucu, lucunya dimana? Coba sini kunjungan kerjanya jangan tidur terus di gedung DPR,” kata Imam saat dikonfirmasi berantasonline.com di ruang kerjanya, Minggu (17/03/2024).

BPC HIPMI Kabupaten Sukabumi, lanjut Imam, saat ini tengah menunggu klarifikasi terkait maksud menertawakan wilayah Sukabumi masuk pada usulan aglomerasi.

“Kami masih menunggu klarifikasi terkait maksud menertawakannya itu apa. Iya, apa menertawakan Sumber Daya Alam (SDA) kita, Sumber Daya Manusia (SDM) nya. Apa menertawakan kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, kita kan tidak tahu. Maka kita tunggu klarifikasinya,” ujarnya seraya kesal.

Pihaknya menilai, para pengusaha muda di Sukabumi akan merespon baik, terkait isu Sukabumi diusulkan untuk ikut masuk pada kawasan aglomerasi dengan segala dampak positif maupun negatifnya.

“Selain untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tentunya untuk menarik investor berinvestasi di Sukabumi,” paparnya.

Lebih lanjut Imam mengungkapkan, jika dilihat dari potensi pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada peningkatan jumlah pendapatan. Maka, Sukabumi merupakan daerah sempurna yang indah dan kaya.

“Sukabumi terkenal dengan SDA nya, seperti yang digembor-gemborkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi yakni Gurilaps (Gunung, Rimba, Laut, Pantai dan Sungai). Itu kan bisa meningkatkan pendapatan,” ungkapnya.

“Maka kita harus bersyukur dan bangga. Demikian juga dengan SDM nya yang bisa produktif dan meningkatkan keterampilannya,” pungkasnya.

(Alex/Ris)