Guru Honorer Se-kabupaten Sukabumi Gelar Unjuk Rasa Tuntut Usulkan Jadi PNS, Disdik: Kami Akan Kawal Pengajuannya

5

berantasonline.com (Sukabumi)

Sebanyak 2.000 guru honorer menggelar aksi unjuk rasa di Kantor BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Jalan Raya Kadupugur, Kecamatan Cicantayan, Rabu (31/01/2024).

Diketahui, sehari sebelumnya, pada Selasa (30/01/2024) mereka telah menggelar aksi dan telah bermediasi dengan pejabat-pejabat yang berwenang di BPKSDM, namun hasilnya tidak memperoleh titik temu dan kesepakatan.

Dengan kekecewaan tersebut, para guru honorer se-Kabupaten Sukabumi, kembali menggelar aksi demo didepan kantor BKPSDM dengan surat tembusan ke Polres Kabupaten Sukabumi. Adapun FPHI Korda Kabupaten Sukabumi dengan nomor : 09/FPHI.KORDASMI/1/2024 memberitahukan untuk unjuk rasa menyampaikan pendapat dimuka umum.

Ketua Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Koordinator Daerah Kabupaten Sukabumi, Suherman mengatakan, aksi unjuk rasa dilakukan untuk mengawal usulan kebutuhan Pegawai Negeri Tahun 2024 dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi kepada Kementerian PANRB.

“Se-Nasional paling lambat 31 Januari 2024 melalui sistem e-formasi. Keadaan guru honorer ini sangat banyak, ini kalau tidak diusulkan formasinya ya mungkin setelah 31 Desember 2024 mungkin nasib mereka akan tetap jadi honorer dan tanpa kejelasan apapun dan gaji guru honor masih ada yang Rp. 300.000/bulannya, saya sangat prihatin sekali,” ujarnya kepada awak media.

Suherman mengungkapkan, Didalam UU 20 tahun 2023 mengamanatkan agar menyelesaikan permasalahan honorer ini paling lambat 31 Januari 2024. Kami menuntut agar Pemerintah mengusulkan formasi guru honorer dan tenaga pendidikan sebanyak 5.171, sedangkan yang saat ini sudah diusulkan sebanyak 850.

“Lebih parah, padahal penggajiannya APBD dan DAU dari APBN, jelas sudah layak diangkat jadi ASN karena masa kerja sudah lama, ada yang masa kerjanya hampir 10 sampai dengan 26 tahun menjadi guru honorer dengan gaji yang tidak layak atau tidak sesuai,” cetusnya seraya kesal.

Selain itu, para guru honorer juga mengancam apabila tuntutannya tak dipenuhi maka akan melakukan aksi mogok mengajar selama sepekan dan akan memboikot kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah.

“Kami di lapangan secara langsung yang secara nyata kami akan melakukan aksi mogok satu minggu. Kalau tidak digubris juga kami akan melakukan mogok ngajar selama satu bulan,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Khusyairin beserta jajaran dan Sekretaris BKPSDM, Ganjar Anugrah menjelaskan, pengajuan guru honorer Kabupaten Sukabumi yang akan diterima atas ajuan dari FRONT PEMBELA HONORER INDONESIA (FPHI) Korda Kabupaten Sukabumi walaupun tidak ada jaringannya, tetap kami akan mengawal langsung ajuannya tersebut.

“Untuk pengusulan guru honorer ini dari 600 formasi meningkat menjadi 800 formasi, dan disepakati oleh semuanya. Kami akan kawal pengajuannya,” pungkasnya.

(Alex/Ris)