Warga Keluhkan Jalan Rusak Akibat Mobil PLTU Bertonase Besar, Dinas PU: Itu Sudah di Kerjasamakan

13

berantasonline.com (Sukabumi)

Warga Kampung Benteng, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan kerusakan jalan yang melintasi permukiman mereka. Kerusakan sendiri dipicu kendaraan bertonase besar yang kerap melintas.

Ela Sutela (70) warga setempat mengatakan, puncak kekesalan warga diwarnai dengan aksi penanaman pohon pisang pada Rabu 3 Januari 2024 kemarin. Namun pagi tadi, pohon pisang tersebut sudah menghilang dari pandangan.

“Ia warga kesal, makanya nanam pisang di jalan. Tadi jalan yang berlubang sudah ada yang urug pakai batu,” kata Ela, Kamis (04/01/2024).

Kondisi kerusakan jalan tersebut, lanjut Ela, sudah terjadi sejak dua tahun terakhir. Banyak kendaraan angkutan dengan tonase besar yang melintas ke arah PLTU.

“Sudah dua tahun rusak, karena mobil berat PLTU ngangkutnya 30 sampai 35 ton, nah kebanyakan mobil itu yang berat. Sama mobil yang besar-besar ada dua perusahaan disini yang melintas,” ujarnya.

Lebih lanjut Ela menjelaskan, jalan rusak tersebut berada di bawah pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi. Namun sejak adanya PLTU, pengawasan jalan tersebut dikelola oleh pihak PLTU berupa kerjasama.

“Sebelum berdirinya PLTU, ini masuknya jalan Kabupaten. Pas mau diajukan sudah diserahkan ke PLTU pengelolaan jalannya. Kerusakan jalan berlubang ini, belum diperbaiki selama dua tahun terakhir,” jelasnya.

Ditempat terpisah, Kabid Binamarga Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Agus Hermawan mengungkapkan, jika jalan yang dikeluhkan warga berada dibawah pengelolaan PU. Namun sejak 2014 sudah dikerjasamakan dengan PLTU.

“Masih dibawah PU Kabupaten, cuma sudah sejak sekitar tahun 2014, saat PLTU dimiliki Indonesian Power dibuatkan CSR, 0-4 km itu kewenangan PLTU, dan 4-7 km dipelihara oleh PU,” ungkap Agus.

“Hanya untuk yang kerjasama kita tidak bisa menangani, sudah disepakati untuk dibangun PLTU. Hanya informasi terakhir, kepemilikan PLTU sudah diserah terimakan dari IP ke siapa gitu,” sambungnya.

Agus juga mendapat kabar, selepas serah terima kepemilikan PLTU pihak yang baru enggan melakukan perbaikan.

“Info yang saya dapat, sudah diserah terimakan. Informasi terbaru si pemilik yang baru itu tidak mau memelihara jalan,” pungkasnya.

(Alex/Ris)