Bertahun-tahun Jalan Rusak, Masyarakat Kabandungan Akan Gelar Unjuk Rasa, Dinas PU Sigap Tinjau Lokasi

27

berantasonline.com (Sukabumi)

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi menyikapi rencana aksi unjuk rasa yang melibatkan komunitas mobil sayur Mosaka, komunitas mobil sayur Monster, komunitas mobil Angkutan Umum Kaladi, komunitas mobil Angkutan Umum Cipeuteuy, Komunitas motor dan Aliansi Masyarakat Peduli Kabandungan.

Rencana aksi unjuk rasa tersebut sebagai bentuk kekecewaan masyarakat Kabandungan, pasalnya sudah bertahun-tahun kondisi ruas jalan Kabandungan-Cipeuteuy rusak parah tepatnya mulai dari Ciawitali sampai dengan terminal Cipeuteuy.

Adanya kabar rencana aksi demo yang akan dilakukan masyarakat Kabandungan, dengan sigap Kepala Dinas Pekerjaan Umum beserta jajarannya langsung meninjau ke lokasi, Minggu (21/01/2024).

Setelah melakukan peninjauan, Kadis PU yang didampingi Kabid Bina Marga dan Kasie Pemeliharaan Jalan beserta Tim Teknis dan Perencanaan menemui perwakilan dari beberapa komunitas roda 4 di kediaman Yusuf Somatri selaku Koordinator Aksi. Turut hadir dalam mediasi tersebut, Kapolsek Kalapanunggal, Danramil Kalapanunggal, Ketua Forum OSS dan perwakilan komunitas mobil.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas PU mengatakan, kami beserta jajaran sudah merencanakan pembangunan ruas jalan Kalapanunggal-Cipeuteuy di tahun 2024 ini, bahkan akan di prioritaskan, namun semua itu memerlukan proses.

“Kami ucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat Kabandungan yang terus mengingatkan untuk terlaksananya pembangunan jalan di Kabandungan ini,” ucapnya.

Kabid Bina Marga, Agus Hermawan menambahkan, kami di jajaran Dinas PU tidak menutup akses masyarakat, siapapun yang ingin menyampaikan keluhan terkait jalan, kami selalu membuka ruang komunikasi baik itu melalui telepon seluler atau datang langsung ke Kantor Dinas PU.

“Kami berharap masyarakat mengerti ketika wilayahnya membutuhkan pembangunan jalan, tanpa melakukan aksi demo pun kami selalu memprogramkan pembangunan. Namun karena keterbatasan anggaran dengan banyaknya ruas jalan di Kabupaten Sukabumi ini. Kami selalu memprioritaskan ruas jalan yang betul-betul rusak parah,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua Forum OSS, Hermawan mengatakan, masyarakat Kabandungan punya etika ketika keluhan dan harapannya didengar oleh Pemerintah, kami jamin tidak akan pernah terjadi unjuk rasa apapun.

“Jalan ini kan jalan utama masyarakat Kabandungan, jika kondisinya rusak parah seperti itu, wajar jika masyarakat berteriak agar mendapatkan perhatian dari orang tuanya,” cetusnya.

Setelah dilakukan mediasi, akhirnya membuahkan hasil yang diharapkan oleh masyarakat Kabandungan, dimana pada mediasi tersebut Dinas PU akan prioritaskan pembangunan jalan tersebut pada tahun 2024 ini.

(Alex/Ris)