Alasan Keluarga Sakit, Peratin Rodial Mangkir Dari Panggilan Inspektorat

41

Berantasonline.com (Pesisir Barat)–

Pemeriksaan terhadap Rodial selaku Peratin Pekon Penyandingan Kecamatan Bangkunat oleh Inspektorat Kab Pesisir Barat terkait dugaan mark up biaya pembuatan dua unit sumur bor berikut tiang dan tandon air yang diberitakan beberapa media beberapa waktu lalu, gagal dilaksanakan.

Ditemui diruang kerjanya, Rabu (03/03/2024) Irban II Ponco Prasetyo menjelaskan, bahwa pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap Peratin Rodial guna meminta keterangan terkait pemberitaan beberapa media beberapa waktu lalu mengenai adanya dugaan mark up pembuatan sumur bor.

“Kemaren (Selasa 02/01/2024) saya sudah telefon yang bersangkutan, saya minta dia untuk datang ke Inspektorat hari ini , tapi peratin Rodial mengatakan belum bisa menghadiri panggilan pihak Inspektorat karena dirinya masih ada urusan keluarga “saya mau mengurus adik saya yang sakit di Bandar Lampung, jadi masalah panggilan, saya minta dijadwalkan ulang, ucap Ponco menirukan apa yang disampaikan Rodial.

Kita jadwalkan pemanggilan ulang peratin Rodial minggu depan, kalau memang alasanya ada saudaranya yang sakit, kita maklumi ini karena alasan kemanusian saja ucap Ponco.

Alasan yang disampaikan peratin Rodial kepada Irbanwil II Ponco Prasetyo lewat telefon pada Selasa (02/01) bahwa dirinya tidak bisa memenuhi panggilan Inspektorat yang dijadwalkan Rabu (03/01) karena dirinya mau mengurus saudaranya yang sakit di Bandar Lampung tidak sesuai dengan keterangan yang disampaikan Yuzir selaku camat Bengkunat. Melalui sambungan telefon Rabu (03/01) sekira pukul 11.00 saat konfirmasi keberadaan peratin Rodial apakah memang sedang di Bandar Lampung sehingga tidak bisa memenuhi panggilan inspektorat ? tadi pagi pas saya lewat depan rumahnya saya liat peratin Rodial masih ada dirumahnya, “iya tadi pagi saya liat dia masih dirumahnya kata Yuzir.

Saat ditanya kalau memang peratin sedang melakukan dinas luar apakah sebelumnya peratin Rodial meminta izin atau memberi tahu camat selaku kepala wilayah? Sampai saat ini tidak ada permintaan izin atau pemberitahuan kepada saya, ucap Yuzir.

Terpisah sekretaris dinas PMP Pesisir Barat Suwarti ditemui di kantor DPMP setempat
Mengatakan ” setiap perjalanan dinas itu harus seizin pimpinan misal seorang kepala bidang kalau ada urusan kedinasan dia harus mendapatkan SPT dari kepala dinas, itu untuk kedinasan satu hari ya kata Suwarti.

Kalau tiga hari atau lebih mininal dapat SPT dan SPPD dari asisten begitu juga kalau seorang pemimpin pekon atau peratin dia harus mendapat izin dari camat sebagai kepala wilayah. untuk acara pemerintah harus mengantongi SPT dan SPPD dari camat, sementara untuk acara pribadi atau acara keluarga, peratin harus mendapat izin tertulis dari camat. Tujuan jelas agar selama peratin berhalangan, kewenangan dilimpahkan ke juru tulis.

Jadi kalau asal pergi tanpa izin pimpinan itu namanya “dinas Liar” Ucap Suwarti.

(Benk)