Pembangunan Dua Unit Sumur Bor Bersumber Dari Tambahan Dana Desa Pekon Penyandingan Diduga Di Mark Up

161

Berantasonline.com (Lampung) –

Realisasi tambahan Dana Desa (DD) tahun 2023, Pekon Penyandingan Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, diduga sarat korupsi.

Pasalnya, anggaran untuk pembangunan dua unit sumur bor yang di anggarkan melalui tambahan dana desa pekon setempat, disinyalir sengaja di Mark-Up oleh oknum Peratin dan oknum perangkat pekon setempat.

Betapa tidak, besaran anggaran dalam pembangunan dua unit sumur bor berikut dua unit tiang dan tandon air tersebut nilainya mencapai Rp139 juta lebih.

Dugaan Mark-Up itu dibenarkan oleh salah satu warga Pekon setempat yang mengaku bernama Fahmi.

Menurut Fahmi, besarnya dana yang dianggarkan dalam pembangunan dua unit sumur bor tersebut terlalu besar dan tidak masuk akal.

“Untuk sumur bor borongannya kalau tidak salah hanya Rp14 juta/ unit, ya kita sama-sama bisa hitung habis berapa dananya. Artinya kalau Rp 40 juta/unit itu sudah flapon paling tinggi, temui saja peratinnya, kalau bisa tidak usah ada berita-berita negatif”, kata Fahmi, saat ditemui awak media dilokasi pembangunan, sambil terus menganjurkan wartawan agar menemui Peratin di rumahnya, (Jumat 22 Desember 2023).

Anehnya, saat ditemui di kediamannya, Peratin Pekon Penyandingan, Rodial, selaku pengguna anggaran mengaku tidak tahu terkait rincian anggaran pembangunan pada dua unit sumur bor dimaksud.

“Saya tidak tahu persis berapa-berapa anggarannya, karena semua urusan itu sudah saya serahkan semua kepada TPK dan Sekdes saya”, kelitnya.

Pengakuan peratin Rodial yang mengatakan tidak tahu menahu terkait berapa anggaran yang digunakan untuk pembangunan dua unit sumur bor jelas menyalahi aturan seperti yang sudah diatur di peraturan menteri keuangan republik Indonesia nomor 49 /PMK.07/2016 tentang tata cara pengalokasian, penyaluran, penggunaan, pemantauan dan evaluasi Dana Desa.

Terpisah, M.Jamiri, selaku Sekdes Pekon Penyandingan saat dikonfirmasi wartawan disela-sela kesibukan nya, tidak menampik apa yang telah disampaikan masyarakat tersebut, dan membenarkan bahwa Rodial, selaku peratin memang tidak tahu.

“Sesuai hasil kesepakatan RKP, hasil musyawarah tim 9, dan sesuai keputusan forum rapat, ya itu yang saya lakukan, jadi untuk sementara cuma itu yang bisa saya sampaikan”, elaknya yang terkesan ada yang ditutup-tutupi.

Disinggung mengenai rincian biaya pada pembangunan dua unit sumur bor itu, lagi-lagi M.Jamiri, tidak bisa memberikan penjelasan, dengan alasan saat ini pembangunan masih berjalan.

“Masalah Pembiayaan, itukan sudah ada timnya. Artinya bukan cuma saya saja, hasil keputus RKP dan keputusan rapat kami, membangun dua unit sumur bor dan penggandaan pipa yang ada di Pemangku Bandar Jaya, jadi begitu untuk sementara yang bisa saya sampaikan”, jelasnya dengan mimik wajah gelisah.

Kuat dugaan, antara Peratin dan Sekdes Pekon Penyandingan ada pemufakatan untuk mengerogoti dana tambahan DD, sehingga sudah sepatutnya Kejaksaan Negeri setempat bertindak tegas.

(Benk)