Kunjungan Tim Pelaksana Riset PSE UGM, Bupati Berharap Hasil Kajiannya Bisa Menjadi Masukan Yang Lebih Baik

14

berantasonline.com (Sukabumi)

Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami terima kunjungan Tim Pelaksana Riset dari Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) dengan tujuan menyusun kajian penyediaan kerangka kebijakan untuk mendukung program Just Energy Transition Partnership (JETP), bertempat di Pendopo Sukabumi, Senin (30/10/2023).

Bupati menyampaikan berbagai potensi di wilayah Kabupaten Sukabumi yang memiliki tagline Gunung, Rimba, Laut, Pantai, Sungai, dan Seni-Budaya (Gurilapss), dan banyak potensi energi seperti panas bumi yang berada di sekitar Kecamatan Kabandungan dan Cisolok. Air di Warungkiara, angin di Ciemas, hingga gelombang air laut.

“Dengan daerah luas dan alam yang luar biasa, kita memiliki banyak potensi energi,” ungkapnya.

Meskipun, lanjut Bupati, baru beberapa potensi energi yang dimanfaatkan. Sementara sejumlah potensi lainnya masih proses pengkajian.

“Panas bumi di Kabandungan dan air di Warungkiara sudah dimanfaatkan, sebagian ada yang masih proses pengkajian ataupun pemanfatan,” terangnya.

Selain itu, masih banyak potensi energi lain yang dapat dimanfatkaan seperti etanol, biogas hingga tenaga surya. Berbagai potensi yang ada itu, pada akhirnya untuk mengganti sumber energi yang tidak ramah lingkungan.

“Di kita, ada PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang menggunakan batubara. Ke depan, penggunaan batubara harus dihilangkan. Sedari sekarang, sudah mengurangi dengan memanfaatkan bahan lain yang lebih ramah lingkungan,” ucapnya.

Bahkan PLTU di Kabupaten Sukabumi sendiri, sekitar 10-20 persen telah mengurangi batubara. Hal itu digantikan dengan briket yang berasal dari limbah kayu hingga sekam padi.

“Pasokan briket ke PLTU tersebut, melibatkan masyarakat sekitar melalui UMKM ataupun yang lainnya,” paparnya.

Maka dari itu, Bupati bersyukur hadirnya Tim PSE UGM ke Kabupaten Sukabumi. Dirinya berharap, hasil kajiannya bisa menjadi gambaran dan masukan agar wilayahnya lebih baik lagi.

“Semoga hasil kajian dari UGM ini, bisa menjadi catatan bagi kebijakan kami kedepannya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Riset PSE UGM, Cinintya Audori Fathin mengatakan, akan melakukan kajian dari sisi energi baru terbarukan. Dirinya bersama tim, berencana akan melaksanakan studi lapangan di radius 20KM dari Palabuhanratu.

“Output dari riset ini, berupa kajian yang sistematis dari berbagai aspek. Hal itu dimulai dari aspek sosial, hukum, ekonomi dan teknis mengenai bagaimana transisi baru terbarukan dapat diimplementasikan secara baik. Termasuk berdampak positif bagi daerah dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.

(Alex/Ris)