Polemik Sampah Di Pesisir Pantai Loji, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Angkat Bicara

20

berantasonline.com (Sukabumi)

Permasalahan tumpukan sampah di pesisir Pantai Loji wilayah Desa Loji dan Desa Sangrawayang Kecamatan Simpenan, turut ditanggapi oleh Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Nasrudin Sumitrapura.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil analisa, salah satu pemicunya karena adanya pemecah ombak yang dibangun PLTU Palabuhanratu. Dan sebenarnya masalah tersebut sudah pernah dibahas dewan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi.

“Jadi ada beberapa dampak sebetulnya, setelah dianalisa ada dampak dari PLTU. Bukan mereka yang mengeluarkan sampah, tapi dengan pembangunan (pemecah ombak) ini kan merubah arus,” kata Nasrudin kepada awak media, Kamis (05/10/2023).

“Kita kan berkeliling itu bukan setahun sekali, PLTU selaku perusahaan besar juga pernah kita sidak. Intinya saya ingin perusahaan kecil hingga besar memenuhi aturan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Nasrudin mengungkapkan, terkait polemik pesisir Pantai Loji yang diviralkan menjadi Pantai Terkotor Nomor 4 di Indonesia oleh Pandawara Group, itu sebagai justifikasi yang harusnya ditambah penjelasan terkait parameter dan indikatornya. Karena tak ada penjelasan itu, sehingga munculah sejumlah pihak yang merasa keberatan.

“Sebetulnya kita mendukung dari sisi kebersihan. Ada yang keberatan, karena mungkin Pandawara Group memunculkannya isu dulu, solusinya belakangan. Harusnya mengedepankan solusi dulu sebelum memviralkan,” ungkapnya.

“Harus melihat standarisasinya dulu apa, parameternya harus dijelaskan dulu, jangan dijustifikasi seperti itu,” tandasnya.

(Alex/Ris)