Buang Limbah Ke Sungai Cicatih, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi Sidak Pabrik Tepung di Cicurug

28

berantasonline.com (Sukabumi)

Adanya laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran Sungai Cicatih oleh limbah yang dibuang pabrik, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Deni Gunawan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke salah satu pabrik tepung di Kampung Sukamanah RT 03/03 Kelurahan/Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Rabu (04/10/2023).

Dalam Sidaknya, Deni bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam Cicurug, dan Kelurahan Cicurug mendatangi pabrik tersebut.

“Berdasarkan pengaduan, kami bersama DLH Kabupaten Sukabumi melakukan Sidak pengawasan langsung dan menemukan perusahaan yang tidak mengindahkan aturan sehingga menyebabkan pencemaran air sungai,” ungkapnya.

Deni menyatakan, dampak dugaan pencemaran sungai oleh perusahaan atau pabrik tepung tersebut sangat luas. Alhasil, Komisi II DPRD merekomendasikan agar perusahaan ini terlebih dulu memenuhi seluruh perizinan dan standar untuk kenyamanan warga Cicurug. Deni pun menyinggung soal Peraturan Daerah (Perda) soal Corporate Social Responsibility (CSR).

“Ada beberapa poin yang harus diperbaiki karena tugas kami di Komisi II adalah mensosialisasikan Perda CSR yang baru. Ini kewajiban perusahaan dan juga Perda yang mengatur tentang PBG dan Sertifikasi Laik Fungsi (SLF). Semua perusahaan di Kabupaten Sukabumi harus menempuh itu,” ujarnya.

Berdasarkan hasil Sidak, lanjut Deni, diputuskan untuk sementara izin produksi perusahaan tepung ini dihentikan, karena perusahaan tidak memenuhi syarat Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL UPL).

“Kegiatan produksi akan diberhentikan sementara hingga izin ditempuh. Karena, ini masalah pencemaran lingkungan,” jelasnya.

Deni menekankan perusahaan harus memperbaiki semua fasilitas sebelum memulai kembali produksi untuk mencegah dampak lingkungan bagi warga.

“Sebetulnya investasi perusahaan ini harus dijaga, tetapi perusahaan jangan sampai mengabaikan aturan-aturan yang ada, sehingga kedepannya perusahaan dan lingkungan bisa nyaman,” pungkasnya.

(Alex/Ris)