Wakil Ketua DPRD Sukabumi Apresiasi Sukabumi Expo Peringati HJKS Ke-153 Tahun

6

berantasonline.com (Sukabumi)

Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Sukabumi ke-153 tahun, berbagai acara digelar, salah satunya Sukabumi Expo yang dilaksanakan di Lapang Cangehgar Palabuhanratu.

Ratusan pengunjung mendatangi Sukabumi Expo setiap harinya, baik masyarakat maupun para pelajar, tidak hanya warga sekitar namun juga warga dari luar Sukabumi seperti Warungkiara, Cibadak, bahkan dari Bogor yang ingin menyaksikan kemeriahan hari jadi Kabupaten Sukabumi ke-153 tahun.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, M. Sodikin, memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut, ia berharap dalam momen Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ini bisa menjadi pengingat dan pensyukuran atas apa yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan kedepan oleh Pemerintah Daerah.

Menurutnya, acara syukuran HJKS ke-153 tahun 2023 ini sangat luar biasa, dan harus bisa dinikmati bagi semua masyarakat Sukabumi, terlebih bagi dirinya sebagai anggota DPRD.

“Kami di DPRD, karena ini kan ulang tahun kita semua, Hari Jadi Kabupaten Sukabumi. Sehingga baik Pemerintah, DPRD serta masyarakat bisa menjadi momentum untuk gembira untuk bersyukur,” ujarnya, Jum’at (15/09/2023).

M. Sodikin menjelaskan, kegembiraan dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi yang saat ini sudah berusia 153 tahun bisa menjadi sesuatu hal yang bermanfaat, bermakna untuk tahun-tahun selanjutnya.

“Kalau dari aspek pembangunan tentu sangat banyak agenda-agenda pembangunan, sebagian mungkin sudah terealisasi tapi sebagian juga masih menjadi PR, baik itu infrastruktur maupun pembangunan mental spiritual. Tetapi Pemerintah Daerah tentu saja punya prioritas terkait dengan apa yang harus didahulukan dan mana yang bisa mengikuti dari program selanjutnya,” jelasnya.

Lanjut M. Sodikin, dalam momen HJKS ke-153 terdapat surprise baginya dan masyarakat Kabupaten Sukabumi, yakni penggunaan Bahasa Sunda saat pelaksanaan Upacara Sekar Budaya dan Rapat Paripurna Istimewa yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Hal itu, merupakan pengingat bagi seluruh peserta yang mengikuti acara tersebut, dimana dalam penggunaan Bahasa Sunda secara formal dalam rapat sempat membuatnya kaku.

“Itu surprise bagi kita, karena kadang-kadang kita orang Sunda, tapi mungkin diantara kita juga nggak paham betul tentang apa yang menjadi Bahasa Ibu kita, nah oleh karenanya disatu sisi ini satu pengingat bagi kita bahwa sebenarnya kita orang sunda,” tandasnya.

(Alex/Ris)