Terungkap Dalam Fakta Persidangan PMH, Tergugat William Kalip Tandatangan AJB Sebagai Penjual dan Pembeli

301

Cibinong, BERANTAS —

Sidang Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dengan nomor perkara 431/Pdt.G/2022/PN Cbi, Selasa (3/10/23) di Pengadilan Negeri Cibinong, menghadirkan saksi-saksi fakta.

Persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Siti Suryani Hasanah, SH MH berlangsung pukul 10.00 sampai 12.30 WIB.

Kuasa Hukum Penggugat, Irawansyah, S.H, M.H, pada persidangan tersebut menghadirkan dua orang saksi fakta yaitu Marcos dan Rizki Iskandar.

Dalam paparan saksi fakta pertama, Marcos menjelaskan koronologis kejadian perkara antara Penggugat H. Rusmaidi dengan Tergugat Wiliam Kalip.

Perkara tersebut berawal dari masalah hutang H. Rusmaidi dengan Bank Arta Graha dan BTN. H. Rusmaidi memiliki hutang kepada Bank Artha Graha sebesar Rp 4.630.000.000 dan Bank BTN sebesar Rp 980.000.000. kedua hutang tersebut telah jatuh tempo dan harus segera di bayar.

Atas kejadian tersebut, H Rusmaidi menyuruh saksi Marcos untuk dicarikan pinjaman uang kemudian Marcos memperkenalkan Erik Bastian kepada H Rusmaidi. Lalu Erik Bastian membawa pendana Wiliam Kalip kepada H Rusmaidi dan menyanggupi untuk melunasi hutang kedua bank tersebut dengan meminjamkan uang pokok sebesar Rp. 7.000.000.000 dengan persyaratan membayaran biaya diskon 10 persen, bunga 3 persen, fee mediator 5 persen dan biaya notaris dengan total biaya yang harus dibayar dimuka sebesar Rp. 1.330.000.000.

Marcos mengungkapkan, dasar untuk mendapatan pinjaman tersebut H Rusmaidi memberikan jaminan sertipikat melalui Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) bukan melakukan jual beli asset tanah tersebut. “Tapi kenapa tiba-tiba sertipikat jaminan tersebut bisa beralih nama milik orang lain”, terang Marcos dalam kesaksiannya.

Ketika ditunjukan Akta Jual Beli (AJB) No. 10/2017, AJB No. 11/2017, AJB No. 12/2017 dan AJB No. 13/2017 Tanggal 11 Agustus 2017 yang dikeluarkan Notaris PPAT Fernanda Fabiola, SH, MKn dijadikan peralihan hak atas sertipikat tersebut, dimana Wilian Kalip sebagai pembeli, Wiliam Kalip juga sebagai penjual, saksi Marcos tidak mengetahui adanya AJB tersebut.

Marcos mengakui setidaknya empat kali melakukan pembayaran hutang kepada Wiliam Kalip melalui transfer atas perintah H Rusmaidi. Tapi kenapa ada peralihan hak atas asset tanah tersebut, padahal H Rusmaidi tidak pernah menandatangani jual beli.

Sementara saksi fakta kedua, Rizki Iskandar merupakan orang yang dipercaya H Rusmaidi mengelola aset dari tahun 2014. Ia mengungkapkan, bahwa dirinya dipercaya untuk menjaga keamanan, mengelola parkir dan kebersihan atas asset yang berlokasi di Jl. Raya Bogor KM 48 Nanggewer Cibinong tersebut.

Khusus terkait pengelolaan parkir, Rizki hanya memberikan uang setoran sebesar 20 persen kepada pemilik tempat yaitu H Rusmaidi. “Selama saya menjaga asset milik H. Rusmaidi, belum ada satupun orang atau pihak yang datang dan mengakui bahwa tanah atau ruko tersebut miliknya, jadi dari tahun 2014 saya hanya tahu H Rusmaidi lah pemiliknya”, tutur Rizki.

Pengacara Penggugat Irawansyah, SH, MH kepada wartawan mengatakan, bahwa dari fakta persidangan terungkap adanya Akta Jual Beli yang ditandatangani Tergugat Wiliam Kalip bertindak sebagai penjual dan pembeli.

“Patut dipertanyakan, apakah bisa dalam membuat AJB, satu orang yang sama bertindak sebagai penjual dan pembeli”, tanya Ketua LBH Bogor itu.

(Red.2)