Opa Bejat Setubuhi Anak Dibawah Umur Terancam 15 Tahun Penjara

7

Berantasonline (SULUT) –

Bertempat di Mako Polres Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) di Kelurahan Paseng Siau Barat, menggelar Press conference Rabu (31/05/2023) terkait tindak pidana persetubuh anak dibawah umur nama Mawar (nama disamarkan) yang dilakukan oleh pria paruh baya berinisial TK (57) alias Opa To ,Warga Pulau Buhias Kampung Buhias, Lindongan I, Kecamatan Siau Timur Selatan.

Diketauhi, perbuatan bejat tersebut sudah dilakukan TK, sejak tahun 2018 hingga sekarang, kala itu korban (Mawar) masih berusia 9 tahun masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Ironisnya perbuatan tersangka TK (alias Opa To) sudah dilakukan berkali kali hingga puncaknya di bulan Februari 2023. Dan lebih bejatnya lagi korban Bunga merupakan anak baptis (anak sarani) dari tersangka TK alias OpaTo.

Kapolres Kepulauan Sitaro AKBP Iwan Permadi, melalui Kasat Reskrim Polres Kepulauan Sitaro IPTU Rofly Saribatian, SH,MH didampingi Kasi Humas AKP Hibor Tandea, menerangkan bahwa terungkapnya kasus persetubuhan anak dibawah umur ini berawal dari kegiatan Polres Sitaro yang Trend saat ini “Jumat Bacurhat”.

Saat ada warga masyarakat di kegiatan Jumat Bacurhat melaporkan ke Pihak Kepolisian. Oleh tim Polsek Siau Timur di Kampung Buhias, selanjutnya, langsung bergegas menindaklanjuti laporan warga tersebut,” ucap Saribatian Kasat Reskrim Polres Sitaro.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan bejatnya, tersangka TK alias Opa To dikenakan pasal perlindungan anak dengan hukuman maksimal 15 Tahun kurungan penjara.

“Tersangka sudah kami amankan, dan sekarang mendekam di sel tahanan Mako Polres Kepulauan Sitaro. Karena perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) dan (2) UU No.17 Tahun 2016 tentang penetapan PERPPU No.1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang – undang,” ujar Rofly Saribatian Kasat Reskrim Polres Sitaro.

(Tampubolon)