Peratin Pesisir Barat Resah, Dana Publikasi Media Streaming Dipatok Rp 15 Juta

7

Lampung, BERANTAS –

Ratusan Peratin (Kepala Desa) di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, mengeluhkan besarnya dana publikasi yang diajukan beberapa oknum tim media TV (streaming).

Menurut mereka nilai kerjasama publikasi yang dibebankan “tim media streaming” kepada masing masing peratin sangat memberatkan, yakni Rp 15.000.000 tiap pekon.

Dikatakan, hasil kesepakatan pada rapat koordinasi APDESI Kabupaten Pesisir Barat, beberapa waktu lalu, bahwa anggaran publikasi untuk masing masing media disepakati hanya Rp 500 ribu setiap pekonnya. “Dan untuk media streaming lebih besar sedikit tapi tidak mencapai Rp 15 juta per pekon”, jelas mereka.

“Jujur saja kami resah dan sangat keberatan dengan dana kerjasama publikasi yang diajukan oknum tim media streaming itu,” kata bebeberpa Peratin yang juga pengurus Apdesi kecamatan.

Saat mengajukan penawaran kerjasama kepada para peratin, tim media streaming menjanjikan hasil kerjasama publikasi pembangunan di masing-masing pekon nantinya akan ditayangkan di stasiun TV.

“Kami heran, kok wartawan stasiun TV nasional memaksa peratin melakukan kerjasama publikasi, nilainya juga harus menuruti kemauan mereka. Sepengetahuan kami stasiun TV nasional tidak ada yang memaksa ataupun mematok nilai kerjasama, apalagi sampai sebesar itu”, ungkapnya.

Setelah kami para peratin berkoordinasi dengan pendamping dan tenaga ahli dimasing masing pekon, sambung mereka, bahwa anggaran untuk publikasi tidak boleh melebihi dari anggaran pemberdayaan.

“Kalau satu media streaming saja sudah mematok nilai kerjasama Rp 15 juta dikhawatirkan nantinya anggaran publikasi lebih besar dari pada anggaran pemberdayaan, ini bisa jadi temuan”, kata para Peratin yang meminta nama mereka untuk tidak disebutkan.

Sementara itu, didapat informasi bahwa nekatnya tim media TV streaming mematok nilai kerjasama Rp 15 juta per pekon, karena mendapat “restu” pengurus APDESI Kabupaten.

(Benk)