Anggota DPRD Deli Serdang Minta Kapoldasu Turun Tangan Tertibkan Galian C Liar di Desa Penara

4

Deli Serdang, BERANTAS –

Anggota DPRD Kab Deli Serdang yang juga Sekertaris Komisi III, Ir. Henry Dumanter Tampubolon, MH meminta kepada Pemerintah Daerah agar segera mengambil langkah tegas menghentikan aktivitas pertambangan Galian C ilegal dikawasan Desa Penara Kecamatan Tanjung Morawa yang berbatasan dengan desa Tumpatan Nibung kecamatan Batang kuis.

Munculnya galian C liar disana, dirasakan sangat meresahkan masyarakat dan para pengguna jalan diseputar Bandara Internasional Kualanamu.

Henry Dumanter menyesalkan sikap aparat kepolisian setempat, Polmas, dan Satpol PP yang dinilai tidak tegas terhadap aktifitas galian tanah merah tersebut, bahkan sempat disegel tapi kini malah bebas beroperasi kembali.

“Kenapa tambang ilegal yang jelas jelas merusak lingkungan disana masih dibiarkan, apakah karena pengaruh uang atau apa. Janganlah mau terpengaruh mafia jahat baik karena uang atau apapun. Tegakkanlah keadilan, tegakkanlah hukum supaya Marwah para pejabat tidak jatuh tetap terangkat, saya berharap begitu”, ujarnya.

Henry bahkan meminta Kapolda Sumatera Utara dan Pangdam untuk turun tangan langsung menertibkannya, “Kejadian tutup buka galian liar itu sangat memalukan, merendahkan hukum dimata masyarakat. Saya menduga ada main mata antara mafia tanah dengan aparat. Memeranginya harus ada kebersamaan para pemangku hukum bahwa lingkungan hidup sangat penting diperhatikan”, tuturnya.

“Saya sangatlah berharap Pak Kapolda dan Pangdam turun langsung untuk menutup dan membersihkan nama mereka dimata masyarakat. Buka tutup nya galian liar ini menunjukkan lebih bekuasa mafia dan kebal hukum”, pinta Ir. Henry Dumanter dalam wawancaranya bersama Wartawan Berantas, Rabu (5/4).

Dilain tempat, Kepala Desa Tumpatan Nibung, Sarianto, saat dikonfirmasi memberikan penjelasan terkait aktifitas galian c liar di Desa Penara tapi menggunakan akses jalan desa Tumpatan Nibung.

“Mereka meminta izin tapi saya tidak mengizinkan, dari sebagian warga mengizinkan dengan catatan jalannya nanti diperbaiki, saya sendiri sebagai kepala desa keberatan”, pungkasnya.

(Kartika S/Tim)