Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Audiensi FPP Atas Dugaan Pencemaran Lingkungan Oleh PLTU Palabuhanratu

7

berantasonline.com (Sukabumi)

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi hadiri audiensi Forum Pemuda Palabuhanratu (FPP) terkait dugaan PLTU Palabuhanratu yang membuang limbah ke laut. Audiensi tersebut dilaksanakan di Komplek Perkantoran Jajaway Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.

Nampak hadir dalam audiensi tersebut, pihak PLTU Palabuhanratu yang diwakili 3 orang Manajer, yakni Manajer Administrasi, Manajer Operasional dan Manajer Energi Primer.

Sangat disayangkan audiensi tersebut tidak berlanjut, pasalnya FPP memilih walk out karena mereka menginginkan bertemu langsung dengan pimpinan dari pihak PLTU yaitu General Manager PT Indonesia Power. Dimana, dalam audiensi tersebut GM PT Indonesia Power tidak bisa hadir.

“Kami memutuskan untuk walk out, karena yang bertanggung jawab khususnya GM itu tidak hadir. Kami ingin kalau menjadi pimpinan itu gentle hadir, temui kami karena yang bersangkutan pengendali penuh dan bertanggung jawab di PLTU Palabuhanratu,” ujar perwakilan FPP, Friady kepada awak media, Senin (27/03/2023).

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Deni Gunawan menyayangkan audiensi tersebut diwarnai aksi walk out. Padahal seluruh perwakilan dari unsur-unsur terkait telah hadir akan memberikan klarifikasi atas dugaan pencemaran lingkungan yang dikeluhkan FPP.

“Tadi dihadirkan juga dari pihak perusahaan PLTU terkait indikasi pencemaran lingkungan, hadir juga dari Puskesmas dan dinas lingkungan hidup. Agar semua bisa tahu dari berbagai sumber, apa saja yang menjadi isu dan bisa diperbaiki kedepannya,” ujarnya.

Sehingga, lanjut Deni, permasalahan ini tidak berlarut-larut.

“Harapan dari Komisi II permasalahan ini harus tuntas, kita juga harus menjaga biota laut, termasuk udara di Palabuhanratu,” imbuhnya.

Deni menyatakan akan menjadwalkan ulang audiensi. Namun sebelumnya, jajaran dari DPRD Kabupaten Sukabumi melalui Komisi II akan melakukan kunjungan kerja lapangan langsung guna melihat dan menilai kebenaran dari keluhan yang disampaikan FPP.

“Untuk mengetahui mana yang memang sesuai data dan mana yang tidak, sehingga kami bisa memberikan saran dan masukan untuk perbaikan, untuk menghindari semakin besarnya pencemaran agar masyarakat sekitar Palabuhanratu dan PLTU menjadi nyaman,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Asisten Manajer Bidang Umum PLTU Jabar 2 Palabuhanratu, Asep Tresna mengatakan, GM PT Indonesia Power tidak bisa hadir dalam audiensi tersebut karena masih dalam perjalanan pulang dinas dari luar Jawa Barat.

Kendati demikian, jajaran Manajemen PLTU Palabuhanratu tetap hadir dalam audiensi tersebut sebagai bentuk komitmen tanggapan terhadap pengaduan masyarakat. Selain dari jajaran Manajemen PLTU Palabuhanratu, ada juga unsur-unsur lainnya.

“Sehingga apapun isu yang di adukan FPP akan mencoba konfirmasi, cuman sangat disayangkan walk out dengan tidak kehadirannya pak GM,” ucapnya.

Masih dikatakan Tresna, mengenai keluhan yang disampaikan FPP yang disampaikan dalam pembukaan audiensi, PLTU Palabuhanratu sudah mencoba melakukan klarifikasi berdasarkan data yang ada dan telah diberikan kepada DPRD.

“Terkait infeksi saluran pernapasan (seperti yang dikeluhkan forum) kami akan sajikan data, terkait Ispa kami akan melakukan uji kualitas air, udara maupun kualitas air tanah yang ada sekitar PLTU,” terangnya.

Pada prinsipnya, lanjut Tresna, kami terbuka dan kami sangat menghargai.

“Kami sangat menyambut baik masukan-masukan dari masyarakat, untuk membangun daerah bersama dengan sinergitas bersama untuk kemajuan bersama,” pungkasnya.

(Alex/Ris)