Dinilai Melanggar Norma Agama dan Adat, Muspika Cijeruk Panggil Pemilik Cafe JPH

9

BOGOR, BERANTAS –


Camat Cijeruk Bangun Septa Siswa, Kamis (2/3) secara resmi telah memanggil pemilik Cafe JPH (Jona Pluto Highland) ke Kantor Kecamatan setempat setelah membuat gaduh masyarakat beberapa waktu lalu melalui pesta dugem pembukaan cafe.

“Hari ini kita panggil secara resmi pemilik cafe JPH yang mengadakan acara Soft Opening Party pada Sabtu malam Minggu, pada hari Senin tentunya sudah kita tindak lanjuti dengan mengirimkan Banpol ke lokasi tersebut dan langsung kita sikapi bersama Kapolsek, Danramil, Ketua MUI, Kapolsek diwakili Kanit lantas dan meninjau langsung ke lokasi tempat kejadian. Namun pada hari itu kita tidak sempat bertemu dengan penyelenggara maupun pihak yang bertanggung jawab atas pengelolan villa tersebut”, ujar Bangun.

Sehingga, sambung Bangun, kami kembali memanggil secara resmi pada hari ini kamis 2/3/2023 ke kantor Kecamatan. Hasilnya tentunya tadi juga ketua MUI, Danramil dan Polsek menyikapi kejadian tersebut.

“Poin pertama kita menyampaikan apa yang di inginkan oleh aspirasi masyarakat mulai dari kegiatan live musik dan sebagainya tentunya sudah kita sampaikan ke perwakilan, namun kami lebih afdol lebih pasti kami juga mengundang secara langsung pemiliknya yang nanti akan di konfirmasi lebih lanjut oleh perwakilan yang hadir pada hari ini”, paparnya.

“Mudah-mudahan dari pemilik atau pengelola villa bisa paham dengan adat istiadat Norma yang ada di kecamatan Cijeruk dan mungkin tindak lanjutnya seperti apa kita tunggu responnya.

“Kita akan panggil lagi yang bersangkutan mungkin besok karena mungkin sedang sakit, kita kasih waktu besok. Mudah – mudahan pemilik cafe bisa hadir”, ucap Camat Cijeruk

Ketua MUI Cijeruk Abi Shahlul menambahkan, “Sebenarnya kami minta pemilik villa yang hadir, tapi katanya kurang sehat dan ini ada yang mewakilinya Bapak Jepri”, ujarnya.

Memang secara pribadi saya sebagai ketua MUI sangat menyesalkan dengan kegiatan yang terjadi disana seperti itu. Cuma dalam hal ini kita inginkan kondusifitas di wilayah kita jangan terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan. Semua ini kembali kepada musyawarah adalah sesuatu yang sangat penting bagi kita makanya pada hari ini kita adakan musyawarah untuk bisa mengklarifikasi itu semua dan kita bisa menjembatani apa keinginan masyarakat apa keinginan warga terlebih tokoh-tokoh masyarakat disana. Seperti yang disampaikan memang kegiatan seperti itu sangat tabu diwilayah kita. Oleh karena itu kita sampaikan tadi harapan – harapan dari masyarakat dan sama mewakili dari para ulama khususnya, dan alhamdulilah bisa di fahami dan kita sangat berharap kedepan tidak terjadi lagi hal-hal seperti itu.

“Kita harapkan yang pertama dari pihak pemilik villa ini memberikan atau menyampaikan kata ucapan maaf, kita harapkan seperti itu dan kemudian kita juga mengharapkan untuk ada pernyataan secara tertulis bahwa kedepan tidak akan melakukan lagi kegiatan seperti itu, dan kita sangat akan mendukung kegiatan disana ketika itu kegiatannya memang betul-betul sesuai dengan Norma agama dan norma adat disana.” Ucap Abi Syahlul.

(Nurman N)