Penundaan Bantuan PIP Diprotes, Kepala SDN Cibunar 02 Parungpanjang Janji Dibagikan Sebelum Libur Sekolah

23

Keterangan Foto : Kepala SDN Cibunar 02 Parungpanjang Neno Siti Hasanah (kanan) saat dikonfirmasi awak media, Rabu (7/12). (Foto:Achmad Hidayat)

Bogor, BERANTAS –

Sejumlah wali murid SDN Cibunar 02 Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor menyesalkan sikap kepala sekolah yang menunda pembagian bantuan dana Program Indonesia Pintar (PIP), tanpa alasan yang jelas meski diketahui telah lama cair.

Salah seorang Wali Murid Kelas 2 berinisial N saat diwawancarai Wartawan BERANTAS, Rabu (7/12) menuturkan, bahwa telah lama beredar informasi dikalangan walimurid bahwa bantuan PIP tahun 2022 telah cair tapi entah mengapa belum juga dibagikan kepada penerima.

“Tahun lalu waktu anak saya Kelas 1 dapat juga bantuan itu, dan tahun ini juga ternyata dapat lagi, tapi gak tau kenapa kok belum juga dibagiin sedangkan ini udah akhir tahun, jadi kami bertanya-tanya ini sebetulnya dapat atau tidak. Saya sudah tanya langsung ke Kepala Sekolah katanya benar saya dapat bantuan lagi tahun ini, tapi belum cair dari Bank BRI nya”, ujar N.

Dikesempatan terpisah, Walimurid Kelas 3 SDN Cibunar 02 berinisial D, ketika dikroscek bahkan tidak tahu bahwa anaknya masuk dalam daftar penerima bantuan PIP. “Saya gak tahu, dan belum tanya juga ke Kepsek”, tuturnya.

Kepala SDN Cibunar 02 Parung Panjang, Neno Siti Hasanah ketika dikonfirmasi Wartawan BERANTAS bersama Anggota LSM GAKI (Gerakan Anti Korupsi Indonesia) dan Anggota Ormas BPPKB Banten DPAC Parungpanjang, Rabu siang (7/12) dikantornya menjelaskan, bahwa penerima bantuan dana PIP tahun ini berjumlah 80 siswa, namun belum seluruhnya cair setelah dicek ke Bank BRI setempat pada tanggal 11 November 2022.

“Ada 69 yang sudah cair, dan 11 lagi belum cair, makanya kami tunda sambil menunggu yang 11 itu cair, maksudnya supaya berbarengan saja dibagikannya”, ungkap Kepsek Hasanah.

Ketika dipertanyakan dasar penundaan pembagian dana bantuan tersebut, Hasanah berkilah bahwa telah meminta bendahara sekolah supaya membagikannya kepada penerima sebelum bagi raport.

“Sebelum liburan sekolah akan kami bagikan, supaya beres”, ujar Kepsek.

Bendahara SDN Cibunar 02 Sobarudin menambahkan, bahwa pihaknya sengaja menunda pembagian bukan tanpa alasan. “Bukan tidak diberikan, tapi maksud saya supaya orangtua murid tidak bertanya tanya kenapa ada yang diserahkan dan ada yang belum diserahkan, padahal memang ada yang belum cair”, pungkasnya.

Sementara itu, Kasie Peserta didik dan Karakter Sekolah Dasar Disdik Kabupaten Bogor, Yeyet saat dimintai tanggapan di ruang kerjanya Rabu sore (7/12) menegaskan, bahwa dana bantuan PIP harus segera dibagikan setelah dicairkan.

“Tidak boleh diulur-ulur pembagiannya, walaupun hanya beberapa hari saja, terkecuali ada suatu kejadian yang luar biasa dan akan mempersulit pembagiannya kepada wali murid, seperti gempa bumi, banjir dan bencana alam”, tegas Yeyet.

(Achmad Hidayat/red.2)