Polres Bogor Ungkap Kasus Penipuan Mahasiswa Berkedok Pinjol, Total Kerugian Rp 23 Milyar

26

Bogor – Kepolisian Resor Bogor berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan bermodus Pinjaman Online (Pinjol) yang sebagian korbannya adalah mahasiswa IPB.

Dalam pengungkapan tersebut, Satreskrim Polres Bogor berhasil mengamankan seorang tersangka yakni seorang wanita berinisial SAN (29) yang berdomisili di wilayah kota Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Dr. Iman Imanuddin S.H., S.I.K.,M.H dalam konferensi persnya pada Jum’at (18/11) mengatakan, bahwa dalam melakukan aksinya tersangka SAN menawarkan kerja sama pencairan dana ( pinjol ) dan kerja sama bisnis pada marketplace atau toko online yang diakui milik pelaku dengan cara mengaktifkan beberapa aplikasi pinjaman online. Namun dari hasil pengecekan terhadap toko online tersebut diketahui bahwa toko tersebut bukanlah milik pelaku melainkan milik orang lain.

Selain itu pelaku juga mengiming-imingi korbannya akan mendapatkan keuntungan sebesar 10% hingga 15%, dan angsuran pinjaman online akan dibayar oleh pelaku setiap bulannya, namun pada kenyataannya angsuran pinjaman online tersebut tidak dibayarkan sehingga pihak pinjaman online melakukan penagihan kepada para korban.

Berdasarkan pengakuan tersangka total jumlah korban penipuan pinjaman online ini sekitar 317 orang dari beberapa mahasiswa di Universitas yang berbeda, kemudian kami juga berkoordinasi dengan Polresta Bogor kota karena sebagian korban juga ada masyarakat biasa sebagai korbannya.

“Total kerugian kurang lebih mencapai Rp 2,3 miliar dari berbagai aplikasi pinjaman online. Dari hasil penyidikan yang kita lakukan bahwa tersangka ini sudah melakukan aksinya sejak bulan Februari tahun 2002”, ucap Kapolres.

Dari keterangan pelaku, hasil kejahatannya sebagian digunakan untuk kebutuhan pribadi, kemudian sebagian lagi untuk membeli kendaraan bermotor dan menutupi hutang kepada korban-korban sebelumnya.

“Dalam pengungkapan kasus ini berhasil juga kita amankan barang bukti berupa satu unit mobil, satu buah handphone, satu buah buku tabungan atas nama dan satu buah ATM milik pelaku.

Terkait kasus tersebut hingga saat ini kami pun masih melakukan pengembangan penyelidikan ini apakah adanya dugaan keterlibatan pihak lain ataupun dugaan adanya pelaku-pelaku lain di dalam proses penyidikan”, ujar Kapolres.

Atas perbuatannya, tersangka terancam melanggar pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

(rls/red.2)