PT. Triton Manufactures Berkomitmen Membangun Kemandirian Alat Kesehatan

1

EVENT HARI KESEHATAN NASIONAL 2022, diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD pada 3-5 November 2022, salah satu diskusi yang menarik untuk disimak pada event tersebut adalah diskusi terkait “ Kemandirian Alat Kesehatan Nasional sebagai Pilar Kesiap siagaan Darurat Kesehatan Nasional ”, yang diselenggarakan pada Kamis 3 November 2022 Pukul 13:35 – 14:05, dengan menghadirkan narasumber para pakar di Bidang Bencana yaitu Prof. DR. dr. Aryono D Pusponegoro Sp.B(K) BD,FCSI,FRCSEd (Ad Hom) dan DR. dr. Nurdin Perdana SKM.

Diskusi ini mengajak kita untuk melihat fakta sejarah terkait diperlukannya sebuah sistem kesiapsiagaan darurat kesehatan nasional, yang mana diperlukan penguatan pada salah satu pilar yaitu kemandirian alat kesehatan.

PANDEMI covid 19 telah mengajarkan dunia dan Indonesia, bahwa kesehatan merupakan salah satu prioritas utama ketahanan yang harus dibangun oleh suatu negara.

Pandemi mengakibatkan terjadinya krisis multidimensi disemua sektor terutama sektor pelayanan kesehatan. Masyarakat Indonesia sudah mengalami terjadinya kelangkaan dalam ketersediaan sarana pelayanan kesehatan, sediaan farmasi serta alat kesehatan. Kepanikan dalam mencari masker, hand sanitizer, thermometer, ventilator dan alat kesehatan lainnya.

Bagi Indonesia menghadapi kondisi kelangkaaan ketersediaan sediaan farmasi dan alat kesehatan saat pandemi bukanlah pelajaran pertama, Indonesia pernah mengalami krisis multi dimensi pada tahun 1998.

KRISIS POLITIK SRILANKA 2022, hampir serupa dengan krisis di Indonesia tahun 1998, di Srilanka yang merupakan negara kepulauan di Asia Selatan, yang mayoritas pendapatannya berasal dari pariwisata, namun akibat terjadinya pandemi maka perekonomian merosot dan terjadi gagal bayar (default) sehingga terjadi krisis ekonomi dan krisis politik yang berujung pada terjadinya huru-hara, dengan ketiadaan impor alat kesehatan dan banyaknya korban luka trauma, maka pemerintah Sri Lanka mengajukan permintaan farmasi dan alat kesehatan kepada Pemerintah Republik Indonesia termasuk benang bedah.

Atas permintaan tersebut PT Triton Manufactures mengirimkan bantuan kemanusiaan sebanyak 189.697 unit benang bedah pada bulan April 2022.

KRISIS INDONESIA 1998, menyebabkan kekosongan stock alat kesehatan di pusat pusat layanan kesehatan karena ketergantungan tinggi pada barang import. Sementara itu terjadinya huru-hara politik pada saat itu, yang menyebabkan terjadinya kekacauan dan kerusuhan, sehingga mengakibatkan pasien dengan luka trauma mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam waktu singkat, hal ini menyebabkan para tenaga Kesehatan harus segera mencari jalan keluar darurat untuk mengatasinya, termasuk menggunakan benang pancing untuk menjahit luka.

Keterpurukan akibat krisis multi dimensi di Indonesia pada tahun 1998 tersebut, berdampak pada kenaikan harga alat-alat kesehatan hingga 5-6 kali lipat dari harga sebelumnya dan ketersediaan alat kesehatan juga menjadi langka. Karena kelangkaan tersebut terpaksa alat kesehatan dipakai berulangkali (reuse).

Kondisi ini memberi gambaran turunnya kualitas pelayanan kesehatan. Peristiwa ini mendorong kesadaran praktisi alat kesehatan, untuk mewujudkan kemandirian alat kesehatan terutama benang bedah melalui produksi nasional yang memenuhi aspek keamanan, bermutu dan bermanfaat.

Berlatar belakang kondisi tersebut menjadi pencetus pendirian pabrik PT Triton Manufactures yang dirintis sejak tahun 2011, kemudian diresmikan sebagai pabrik benang bedah nasional pertama di Indonesia oleh Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, Sp.M(K) pada tahun 2015.

PT. TRITON MANUFACTURES merupakan pabrik benang bedah nasional pertama dengan teknologi tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan benang bedah dan alat kesehatan sekali pakai sesuai standar rumah sakit di Indonesia dengan 11 Jenis benang bedah yang memiliki ijin edar AKD sejak 2015. Pabrik PT. Triton Manufactures yang menempati lahan seluas 12.500 M2 di Kawasan Industri Sentul, Jawa Barat.

TRITON berkomitmen untuk membantu pemerintah menghadapi Indonesia Sehat 2025, dengan mengutamakan kepuasan pelanggan dan senantiasa memberikan pelayanan terbaik melalui upaya :

Menciptakan dan mengembangkan produk alat kesehatan yang INOVATIF dengan kualitas terbaik dan harga yang kompetitif.
Menjadi perusahaan TERPERCAYA di industri kesehatan dengan menghasilkan produk-produk berkualitas yang mampu membantu proses kerja tenaga ahli kesehatan dan memperbaiki kualitas penyembuhan pasien.

Membangun dan mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjadikannya sebagai MITRA KERJA dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.

KUALITAS adalah prioritas utama, sehingga sejak tahun 2016 PT Triton Manufactures telah memperoleh ISO 13485, Serta SERTIFIKASI HALAL. Sertifikat Halal ini merupakan syarat untuk mendapatkan ijin pencantuman LABEL HALAL pada kemasan produk dari instansi pemerintah yang berwenang. Hal ini tentunya akan memberikan rasa aman bagi pasien yang harus memenuhi persyaratan kewajiban agamanya.

MUTU PRODUK dijamin melalui Sertifikasi Proses Produksi, dimana TRITON telah mendapatkan SERTIFIKASI CPAKB, yang merupakan suatu sertifikasi yang dikeluarkan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai acuan bagi sarana produksi alat kesehatan untuk dapat menerapkan sistem manajemen mutu dalam pembuatan alat kesehatan.

KOLABORASI INOVASI PENELITIAN, PT Triton Manufactures senantiasa terus membangun komitmen menuju kemandirian bangsa di bidang Alat Kesehatan dengan menggunakan bahan baku dalam negeri. Untuk mengubah sumber daya alam dalam negeri menjadi bahan baku diperlukan pengembangan teknologi dan berbagai penelitian, sehingga sesuai dengan arahan pemerintah bahwa penelitian diharapkan dilakukan bersama ( Kolaborasi) antara Industri dengan Institusi penelitian.

Untuk itu PT Triton Manufactures menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga penelitian, asosiasi dan universitas untuk melakukan beberapa penelitian yang sudah diterbitkan di jurnal international.

TRITON AWARD sebagai bentuk tanggung jawab sosial kemasyarakatan (Corporate Social Responsibility / CSR) dilakukan secara berkelanjutan, bertujuan untuk memacu para tenaga kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan serta melakukan inovasi di bidang kesehatan, manajemen, produk jasa maupun peralatan/ sarana/ prasarana guna menghadapi era globalisasi, serta bertujuan untuk :

Memberikan nuansa baru bagi pelayanan prima di kamar bedah di Indonesia
Meningkatkan daya saing dan kinerja tenaga kesehatan di Indonesia.
Melakukan sharing ide dan pembelajaran diantara para tenaga kesehatan kamar bedah di Indonesia.

KEMANDIRIAN PRODUKSI BENANG BEDAH NASIONAL, yang telah memenuhi aspek Aman, Bermutu, dan Bermanfaat melalui ISO 13485:2016, Sertifikasi HALAL BPJPH dan Sertifikasi Cara Produksi Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB), memerlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan untuk terus dapat berkontribusi bagi Negara Republik Indonesia dan sebagai persiapan apabila terjadi Darurat Kesehatan Nasional akibat bencana alami, bencana buatan manusia / non alam, bencana sosial, ataupun serangan terhadap Ketahanan Kesehatan Nasional.

(Advertorial)