Mediasi Warga Palasari Dengan Direksi Perumda Tirta Pakuan Diwarnai Ketegangan

2

Bogor, BERANTAS – Mediasi yang keempat kalinya antara warga Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan Direksi Perumda Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor di aula kantor Desa Palasari, Rabu (14/09) siang diwarnai ketegangan.

Kericuhan bermula ketika Kapolsek Cijeruk Kompol Sumijo mengeluarkan pernyataan yang memicu ketersinggungan warga, hingga seluruh warga yang hadir dalam pertemuan tersulut emosi hingga meninggalkan forum pertemuan/walk out.

“Seharusnya Kapolsek mengayomi masyarakat, jangan menyulut emosi kami sebagai masyarakat. Situasi pertemuan yang kami gelar kesekian kalinya ini sudah kondusif, ini malah diperkeruh lagi dengan ucapan yang memicu ketersinggungan warga. Gak sepantasnya seorang Kapolsek bersikap seperti itu!”, ucap Maulana, Ketua Barisan Satria Muda (Basamu) yang juga merupakan tokoh kepemudaan di Desa Palasari dengan nada keras, sambil meninggalkan forum rapat bersama warga lain yang hadir.

Warga Palasari yang tersulut emosi itu berjalan bersama meninggalkan area kantor desa sambil terus melampiaskan amarahnya dengan melontarkan kritikan keras yang ditujukan kepada Kapolsek, hingga ke jalan alternatif. Langkah warga diikuti oleh jajaran Direksi Perumda Tirta Pakuan yang mencoba menenangkan warga yang emosi. Aksi warga itu sempat memancing perhatian para pengguna jalan yang melintas di kawasan itu hingga arus lalu-lintas di jalur itu sempat tersendat.

Akhirnya, sesuai dengan agenda yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, puluhan warga yang juga didampingi berbagai elemen mitra pemerintahan desa setempat bersama jajaran direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, disaksikan oleh Tim Pengamanan Obyek Vital Polda Jawa Barat, Dan Ramil 0621/12 Cigombong-Cijeruk, menuju akses jalan yang selama ini dipergunakan PDAM untuk menentukan tapal batas lahan aset warga dengan aset milik perusahaan daerah air minum Kota Bogor. Setelah disepakati bersama dan disaksikan para pihak yang hadir, maka tapal batas ditandai dengan cat semprot pilox.

Tidak lama berselang, Kapolsek Cijeruk Kompol Sumijo datang ke lokasi meminta maaf kepada perwakilan warga, serta para tokoh masyarakat yang berada di lokasi atas insiden yang terjadi, hingga situasi akhirnya kondusif kembali.

Mewakili jajaran Direksi, Teguh Setiadi selaku Manajer Perawatan menyampaikan permohonan maaf kepada warga Palasari, khususnya warga RT 03 RW 02, atas insiden yang terjadi dalam forum rapat serta atas sikap staf direksinya yang telah menyulut ketersinggungan warga pada pertemuan ke dua beberapa waktu lalu.

“Atas nama pribadi dan perusahaan, saya memohon maaf atas insiden yang telah terjadi pada pertemuan tadi. Juga atas pernyataan salah satu staf direksi kami yang telah menyinggung perasaan warga pada pertemuan kedua tempo hari. Hasil pertemuan pada hari ini, atas berbagai aspirasi dari masyarakat yang telah kami tampung akan segera kami laporkan kepada pimpinan dan segera akan kami tindaklanjuti untuk direalisasikan secara bertahap, tentunya sesuai dengan segala keterbatasan kemampuan kami”, ucapnya.

Sebagai tambahan informasi, Perumda Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor telah belasan tahun memanfaatkan sumber air di lahan asetnya yang berada di Desa Palasari Cijeruk Kabupaten Bogor untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi ribuan pelangganya di Kota Bogor. Namun, manfaat dari aktifitas komersil yang dilakukan salah satu Perumda Kota Bogor itu tidak dirasakan oleh warga Palasari, sehingga memicu aksi protes dari warga yang berulangkali terjadi.

(Nurman N)