Jambore Pandu Tua 2 Hizbul Wathan, Jadikan Lansia Produktif dan Berkarakter

9

Yogyakarta, BERANTAS – Pandu Tua Hizbul Wathan akhirnya sukses menggelar Jambore ke-2 setelah sempat tertunda pandemi covid.

Organisasi otonom dibawah Muhammadiyah tersebut menggelar Jambore di Bumi Perkemahan/Camping Ground Kwartir Pusat Hizbul Wathan, Jl. Raya Kaliurang KM 23 Ngipik Sari, Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Jambore bertemakan “Pandu Sejati Menjalin Persaudaraan dan Menjadikan Pandu Yang Tanggap, Trengginas dan Berkarakter“, nampak dihadiri para utusan Kwartir Daerah dan Kwartir Wilayah seperti Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bali, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY.

Para peserta mengikuti Jambore selama dua hari penuh, 6-7 Agustus 2022, yang diisi dengan kegiatan Diskusi, Api Unggun, Pentas Seni, Pelatihan, Scouting Bazzar, dan Open Sesion Bazzar.

Ketua Umum Kwartir Pusat Pandu Hizbul Wathan, Endra Widiharsono saat diwawancarai Minggu pagi (7/8) menuturkan, Jambore kali ini merupakan kelanjutan dari Jambore Pertama pada September 1999 di Bandung.

“Acara ini sebagai upaya silaturahmi dan komitmen kami bahwa Pandu Hizbul Wathan suka persaudaraan dan perdamaian, terutama menjalin ukhuwah dan membangun manfaat bagi para Lansia”, ujarnya.

Lansia pada saat ini, sambung Endra, pada umumnya tidak produktif, inklusi digital, menjadi beban, bahkan tidak bisa mendidik dan membimbing generasi mudanya.

“Oleh sebab itu, sesuai dengan visi misi pendidikan perserikatan Hizbul Wathan, kami mencoba melengkapi kekurangan pembelajaran pendidikan disekolah dengan pendidikan kepanduan Hizbul Wathan, sebagaimana merujuk Al-Qur’an Surat Annisa ayat 9 bahwa kita tidak boleh meninggalkan generasi yang bodoh dan lemah. Maka sedapat mungkin kita mengarahkan memberikan kemampuan skill yang muaranya pembentukan akhlakul karimah, sehingga kelak menjadi insan yang rahmatan lil’alamin”, paparnya.

Adapun tindak lanjut dari kegiatan Jambore tersebut, sambung Endra, akan dirumuskan dalam sesi Saresehan untuk kemudian direkomendasikan kepada seluruh gerakan kepanduan Hizbul Wathan di seluruh Indonesia.

Endra menambahkan, perkembangan kepanduan Hizbul Wathan ditanah air terbilang sangat pesat, “Tinggal 2 propinsi lagi yang belum dilantik yakni NTT dan Aceh, namun secara faktual kegiatannya sudah berjalan. Yang paling penting, karena kita ini organisasi gerakan, maka kita harus selalu bergerak dan menggerakkan”, pungkasnya.

Hizbul Wathan merupakan gerakan kepanduan yang paling tua di Indonesia, berdiri sejak 1918 (salah satu kadernya Jenderal Besar Soedirman), dan menjadi cikal bakal lahirnya Gerakan Pramuka.

(Red.2/Jaya)