Proyek Tumpukan Karung Disisi Sungai Citarum Masih Menjadi Misteri

Lintas Daerah

Karawang, BERANTAS

Pekerjaan berupa tumpukan karung disisi sungai Citarum yang sedang dikerjakan di Dusun Tenjojaya RT 002/001 Desa Telukbuyung Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang Jawa Barat, masih menjadi misteri.

Pekerjaan tanpa papan pengumuman yang menurut beberapa sumber masyarakat dan pekerja dilokasi adalah Projek Tanggap Darurat lewat Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC), dalam pelaksanaan kegiatan secara swakelola sepanjang 130 meter yang dikerjakan oleh 30 orang masyarakat setempat.

Akan tetapi terkait dengan anggaran tidak diketahui serta dipastikan apakah didanai oleh pemerintah atau perorangan.

Proyek tersebut juga tidak diketahui jenis paket pekerjaan yang hanya berupa tumpukan karung dengan palang kayu dolken, juga tidak dapat dipastikan waktu pelaksanaannya sekalipun pergantian tahun tinggal beberapa hari 2021-2022.

Proyek Balai Besar Wilayah Sungai Citarum di Karawang Seperti Siluman ?

Kades Telukjaya saat meninjau kelokasi projek bersama Wartawan Berantas menuturkan, sampai saat ini masyarakat belum mendapat informasi yg jelas mengenai proyek tersebut, “Kata sebagian masyarakat, kalau dilihat dari tumpukan karung diisi pasir merupakan TPT, tetapi kata warga yang lain, itu bangunan tanggul penahan air dan seterusnya”, ujar Kades.

Menurutnya, masyarakat tidak dapat dipersalahkan bila projek tersebut terkesan menjadi ajang permainan tebak tebakan, apakah merupakan bangunan tanggul penahan tanah, penahan air atau pemecah gelombang, diduga hal tersebut dampak tidak adanya papan projek yang biasanya terpasang dilokasi.

Menurut warga, berinisial ST, dirinya bukan menolak dengan pekerjaan disisi Citarum yang sedang dikerjakan, malah sangat terimakasih atas perhatiannya terhadap lingkungan.

“Alangkah baiknya pemerintah lewat BBWSC, bila tanggul disepanjang sisi Citarum Wilayah Desa Segaran, Telukbuyung, Telukjaya memakai kontruksi Paku Bumi atau Sipel agar hasilnya maximal seperti muaragembong. Tidak seperti yang saat ini dikerjakan secara manual, dikhawatirkan tidak menyelesaikan dampak abrasi serta luapan air sungai Citarum, diminta agar pihak yang memiliki otoritas terkait dengan sungai Citarum segera melakukan pemancangan kontruksi Paku bumi atau Sipel”, ungkapnya.

Begitu juga menurut Nursan Kades Telukjaya didepan mantan Kades Telukbuyung Agus “projek BBWS yang baru pertama kali dilakukan secara swakelola Diwilayah Telukbuyung mengarah ke wilayah Desa Telukjaya, sekalipun saat ini yang dilakukan pemerintah seperti yang dilihat.

“Akan tetapi berikutnya pihak pemerintah melalui BBWSC, agar dilakukan pengerjaan konstruksi paku bumi atau Sipel, hal tersebut agar dimasukan Emergency Respons Plant, Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat”, ungkap Kades Telukjaya, Sabtu (25/12).

(Yusup)