Dikerjakan Pemborong, Betonisasi Jalan SAMISADE Kp Pasir Pogor Cilember Alami Keretakan

Ekonomi dan Pembangunan

Bogor, BERANTAS

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Abdul Halim Iskandar memuji program Satu Miliar Satu Desa atau Samisade yang merupakan inisiasi Bupati Bogor Ade Yasin.

Progam Satu Miliar Satu Desa atau yang sering disebut SAMISADE merupakan gagasan Program dari Bupati Bogor untuk percepatan pembangunan serta pemulihan ekonomi Desa di Kabupaten Bogor.

Anggaran SAMISADE berasal dari APBD Kabupaten Bogor dan dikerjakan dengan sistem padat karya tunai Desa (PKTD) sehingga masyarakat sekitar terlibat dalam pembangunan dan menerima upah.

Namun sangat disayangkan program unggulan Bupati Bogor itu diduga tidak dimaksimalkan hasilnya oleh Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, dalam pekerjaan betonisasi pembangunan jalan Kampung Pasir Pogor.

Dimana pekerjaannya ternyata diborongkan atau dikerjakan oleh pihak ketiga, dan kualitasnya kurang memuaskan. Hal ini terlihat dari kondisi beton yang mengalami keretakan disepanjang jalan, padahal baru beroperasi dua minggu lalu.

Salah seorang warga Kampung Pasir Pogor RT 04 RW 04 mengungkapkan, jalan tersebut selesai dibangun satu bulan lalu, “Kalau dibuka baru dua minggu, tapi jalan sudah pada retak begini, ini tidak bakal kuat lama, kami sebagai warga merasa kecewa, jalan baru dibangun sudah rusak begini lihat saja sendiri”, ucap warga.

Ketika Wartawan BERANTAS mencoba menkonfirmasi permasalahan tersebut kepada Kepala Desa Cilember dikantornya, Rabu (14/12), ternyata Sang Kades tidak berada ditempat.

Salah seorang staf desa mengatakan, Kades sedang tugas luar, dan yang tahu persis pembangunan jalan SAMISADE tersebut yakni Bapak Jaenal selaku Kasi Perencanaan, “Coba saja hubungi beliau, ini saya kasih nomor hpnya”, ujar Staf Desa.

Jaenal ketika dikonfirmasi via whatshapp mengatakan, jalan yang mengalami retak-retak akan segera diperbaiki oleh pihak pemborong, “Tentunya pihak TPK sudah menyerahkannya kepada pihak pemborong, untuk tenaga kerja kita memakai mekanisme PKTD warga Desa Cilember”, ungkap Jaenal.

(Tim)