Proyek TPT SAMISADE Banjarwangi Ciawi Diduga Menyalahi RAB

196

Bogor, BERANTAS

Program Satu Milyar Satu Desa (SAMISADE) yang digadang-gadang menjadi program andalan Bupati Bogor Hj. Ade Yasin Bupati Bogor kembali menjadi sorotan.

Dalam berbagai kesempatan, Hj. Ade Yasin meminta, agar realisasi program Samisade tersebut direncanakan dengan baik, tepat sasaran, berhasil, berguna dan bermanfaat bagi masyarakat dengan pengelolaan keuangan yang profesional dan transparan.

“SAMISADE harus dikelola dengan baik, transparan dan akuntabel, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan, juga pertangungjawaban, agar bermanfaat sesuai tujuan dan harapan”, ujar Bupati dalam berbagai kesempatan.

“Ingat, Samisade merupakan program strategis dan sangat dibutuhkan masyarakat, jangan sampai mengakibatkan ada Kepala Desa yang terjerat hukum karena lalai, tidak profesional, tidak transparan dan akuntabel”, pesan Bupati Hj. Ade Yasin.

Namun proyek SAMISADE yang dikerjakan Desa Banjarwangi berupa Tembok Penahan Tanah (TPT), diduga kuat menyalahi RAB tidak sesuai dengan informasi yang tercantum di papan kegiatan.

Pembangunan TPT tersebut ditulis bervolume panjang 60 mtr x tebal 0,60 mtr x tinggi 4 meter, berlokasi di Kp. Kambangan RT. 003 RW 004, bernilai Rp 237.474.960 termasuk pajak, alokasi anggaran APBD 2021, dengan masa kerja 30 hari kalender.

Hasil cross check Wartawan BERANTAS dilapangan, Senin (13/12), ketinggian TPT hanya 1,70 mtr, tebal 30 cm, dan pondasi tidak digali terlebih dahulu/menggantung. Sehingga diduga kuat terjadi pengurangan volume.

Oding selaku Sekdes Banjarwangi saat dikonfirmasi di Kantor Desa mengatakan, kurang memahami kegiatan TPT tersebut, “Yang tau masalah RAB itu Pak Jaji selaku TPK (Tim Pelaksana Kegiatan)”, ujarnya.

Saat dihubungi via telpon, Jaji menjawab sedang dilokasi proyek TPT, kemudian Tim Wartawan Berantas berusaha menemuinya untuk mendapat penjelasan langsung, tapi ternyata Jaji tidak berada dilokasi proyek.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan jelas dari Jaji selaku TPK maupun Kepala Desa Banjarwangi. Ketika keduanya dihubungi via telpon tidak aktif dan sulit ditemui.

(Helmi/Nur/Angga/Zul)