Kejari Depok Terima Tersangka Hoax Babi Ngepet Dan Barang Bukti Dari Polres Depok

Lintas Daerah

Depok, 26 Agustus 2021

Adam Ibrahim tersangka kasus hoax babi ngepet yang sempat bikin geger warga Bedahan, Sawangan, Depok bulan April lalu kini berkasnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Depok.

Tersangka atas nama Adam Ibrahim hari ini dilimpahkan dari Polres Depok ke Kejaksaan Negeri Depok.

Kasus babi ngepet ini berawal dari tersangka Adam yang menceritakan ke warga bahwa ada seekor babi jadi-jadian dan sudah meresahkan warga.

Dia pun bersama beberapa orang lain melakukan ritual penangkapan pada malam hari. Ketika sudah berhasil ditangkap, babi itu disimpan dalam kandang yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Adam yang menjadi tersangka tunggal dalam kasus ini langsung dibawa ke ruang pemeriksaan di Kejari Depok untuk diperiksa identitasnya dan barang bukti kasusnya.

Adam diperiksa oleh jaksa Bidang Intelijen Kejari Depok yaitu Alfa Dera dan Putri.
“Hari ini Kejaksaan Negeri Depok telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti atas nama tersangka Adam Ibrahim alias Adam bin Haji Luki,” tutur Kasi Intel Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu, Kamis (26/08/2021).

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan penelitian mengenai barang bukti maka tersangka selanjutnya akan dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Penanganan dilakukan hingga 20 hari kedepan terhitung hari ini, yakni dilakukan hingga 14 September 2021.

“JPU melimpahkan perkara dan surat dakwaannya kepada pengadilan Negeri Depok untuk selanjutnya dilakukan persidangan,” ujarnya.

Dalam kasus ini, Adam disangkakan Pasal 14 Ayat 1 ancaman hukumannya 10 tahun, atau kedua Pasal 14 Ayat 2 ancamannya maksimal 3 tahun, Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana. “Intinya unsurnya adalah barang siapa menyebarkan berita bohong yang menyebabkan kegaduhan di masyarakat,” tutudnya.

Bermula viralnya fenomena babi yang dikatakan jadi-jadian di Bedahan, Sawangan, Depok sempat mengundang warga dari berbagai kampung dan ramai menjadi perbincangan di jagad media pada bulan April lalu. Karena dianggap memicu kerumunan, maka babi itu dimusnahkan dengan cara disembelih.

Cerita mengenai babi ngepet itu dikarang oleh Adam dengan motif ingin terkenal.

“Kami sampaikan bahwa semuanya yang sudah viral tiga hari sebelumnya adalah hoaks itu berita bohong. Sebenernya yang kejadian itu tidak seperti apa yang diberitakan tiga hari yang lalu. Saya sampaikan, kasus ini berawal dengan adanya cerita masyarakat sekitar merasa kehilangan uang, ada yang Rp1 juta, ada yang Rp2 juta,” kata Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar.

Ditegaskan juga bahwa babi yang disebut-sebut menggunakan kalung berwarna merah juga bohong. “Jadi kalau disampaikan sebelumnya babi tersebut ada kalung di leher ikat kepala merah itu adalah bohong. Sekali lagi saya sampaikan bohong tidak benar,” tegasnya.

Mengenai motif, tersangka membuat berita bohong itu karena ingin terkenal. Karena Adam adalah seorang tokoh di kampungnya.

“Tujuannya supaya lebih terkenal di kampungnya, karena ini merupakan salah satu tokoh lah sebenarnya. Tapi tokoh juga tidak terlalu terkenal supaya dia dianggap saja. Tokoh masyarakat lah,” tukasnya.

Adam mengarang cerita dengan membuat isu babi ngepet dan membeli babi secara online seharga Rp 900ribu ditambah ongkos kirim Rp 200 ribu. “Babinya dibeli online kemudian dirapatkan oleh tim mereka yang berjumlah delapan orang.

Adam mengarang cerita seolah olah ada tiga orang, satu orang turun tanpa menapakkan kaki kemudian keduanya pergi naik motor tiba-tiba satu setengah jam kemudian berubah jadi babi padahal itu tidak benar. Sudah direncanakan, jelasnya.

Penyusunan soal isu ini sudah dirancang oleh Adam sejak lama sekitar satu bulan lalu. Tersangka bekerjasama dengan kurang lebih delapan orang membuat cerita mengarang cerita seolah-olah babi ngepet itu benar.

“Ternyata itu adalah rekayasa dari tersangka dan teman-temannya. Lama (perencanaan) karena mereka mengarang cerita dari kehilangan itu dari bulan Maret jadi ada kurang lebih satu bulan,” ujar Kapolres.

(Red.10-Hud)