Kabag Hukum HAM Kota Bogor dapat Apresiasi Dewan

93

Bogor, 16/8/2021.
Kado Istimewa HUT.RI.Ke 76 Kabag. Hukum & HAM Kota Bogor Alma Wiranta SH MH (HAN) dapat apresiasi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. (DPRD) Kota Bogor.. Eka Wardana dan Atty Soemadi. Kasus sengketa Plazza Bogor dan Psr.Induk Kemang dimenangkan Pemkot. Kota Bogor. Eka Wardana Wakil Ketua DPRD. Kota Bogor mengatakan., ” Saya sangat mengapresiasi langkah yg diperjuangkan Pemkot. Bogor melalui Kabag. Hukum & HAM Alma Wiranta dapat diselasikan dengan tuntas dan Pemkot. Bogor menang di Pengadilan Tinggi. Ini sebuah Kado HUT. RI Alma pada Kota Bogor, semoga kedepannya Pemerintah Kota Bogor lebih baik penataan hukumnya dalam kasus sengketa yg bertahun- tahun tak kunjung selesai, kini sukses di Tangan Kabag. Hukum & HAM. Saya sangat bangga.” Ujar Eka. Sementara itu
Komisi 1 DPRD Kota Bogor Atty Soemaddy karya sama mengapresiasi terobosan dan keberhasilan Bagian Hukum dan HAM Pemkot Bogor yg berhasil memenangkan 2 perkara kasus perdata terkait aset Kota Bogor yg hilang.
” Ini bukan perkara yg mudah, saya sebagai anggota Komisi 1 DPRD merasa bangga & mengapresiasi setinggi tingginya hasil kerja Bagian Hukum dan HAM Pemkot Bogor,” Imbuh Sekretaris Komisi 1 DPRD Kota Bogor Atty Somaddikarya saat diminta tanggapannya Senin (16/8/2021)
Menurutnya, apresiasi itu disampaikan pada Bagian Hukum mengingat selama ini setiap persoaalan yang menyangkut Aset yg dikelola pihak lain selalu dalam posisi kalah. Menurutnya Pemkot kalah dua kali, kalah kehilangan aset & kalah dalam pembiayaan.
Atty mencontoh- kan, Pemkot Bogor selama ini selalu dalam posisi kalah. Atty menyebut kekalahan dalam sengketa kepemilikan kasus gedung Wanita di Jalan Sudirman Kota Bogor, karena tidak Gerak Cepat (Gercep). Kabag. Hukum yg terdahulu.
“Kita sangat menyesalkan langkah tersebut. Kekalahan atas pengelolaan gedung wanita dan kepemilikan atau penguasaan hak fisik tanah dan banyak sekali aset Pemkot yg hilang. Karena tidak Gercep,” tegas Atty. Lemahnya Pemkot Bogor selama ini, menyebabkan banyak sekali aset Pemkot yg raib & tidak bisa dikuasai. Akibatnya, akan merugi dan pihak lain menganggap remeh dan diyakini Pemkot Bogor mudah dikalahkan.
“Banyak sekali fasos fasum tidak segera diurus, untuk diserahkan hak pengelolaan oleh Pemkot Bogor. Karena tidak Gercep akhirnya aset aset tersebut raib dan digugat dipersidangan Pemkot Bogor berada dalam posisi kalah tak berkutik,” tegas Atty, masih banyak titii aset yg di kelola pihak lain, aset yg tidak tercatat & banyak yg tercatat saja & masih ribuan yang belum punya bukti bukti kuat seperti Sertifikat Hak Milik (SHM).” pungkas Attik. ( Ii Syafrillah)