Empat Tempat Yang Melanggar PPKM Dihentikan Paksa Satpol PP Kota Depok

Lintas Daerah

Depok, BERANTAS

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Jawa Barat, menghentikan paksa empat kegiatan warga yang melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 COVID-19 karena menimbulkan kerumunan orang.

Kegiatan tersebut jelas – jelas melanggar instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Lavel 4 Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Wilayah Jawa dan Bali.

Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny dalam keterangannya Minggu 16 Agustus, mengatakan
“Kami bertindak berdasarkan laporan dari masyarakat Tim Reaksi Cepat (TRC) Satpol PP Garuda 1 bergerak dan bertindak cepat untuk membubarkan empat kegiatan tersebut”.

Kegiatan yang kami hentikan tersebut terdiri dari dua resepsi pernikahan yang dilaksanakan di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan dan Kelurahanan Sukamaju, Kecamatan Cilodong.
Sedangkan satu lokasi gantangan burung berkicau serta satu lokasi sanggar senam, kedua kegiatan tersebut berada di Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung.

Menurut Lienda, penindakan dilakukan dengan pembubaran dan pemberian sanksi tertulis. Selain itu, juga diberikan imbauan jika pada masa PPKM Level 4, tidak diperbolehkan menggelar kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa.

“Sesuai instruksi penerapan PPKM Level 4, resepsi pernikahan maksimal dihadiri 20 orang, dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan di tempat resepsi. Penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang,” jelas Lienda.

Sebagai penutup Lienda berpesan kepada seluruh masyarakat, baik aparat, di setiap lingkungan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda serta masyarakat bersatu padu dan bekerja sama melakukan upaya untuk mematuhi ketentuan PPKM Level 4 dengan penuh kesadaran, termasuk melakukan pengawasan secara bersama-sama dan terpadu sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19.

(Achmad Hudori )