Mahasiswa Kukerta UNRI Latih Warga Koto Gadang Anam Koto Agam Membuat Produk Olahan Ikan

Lintas Daerah

Agam Sumbar – BERANTAS

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Negeri Riau (Unri) mengadakan pelatihan bagi 10 warga Nagari Koto Gadang Anam Koto, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat cara membuatan produk olahan berbahan ikan dalam upaya menumbuhkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerah itu saat pandemi COVID-19.

Koordinator Mahasiswa Kukerta UNRI, Muhammad Haikal Diegio di Lubukbasung, Jumat (13/08), mengatakan pelatihan itu diadakan di aula Kantor Wali Nagari Koto Gadang Anam Koto selama satu hari pada Kamis (12/8).

“Peserta berasal dari utusan ibu-ibu di nagari tersebut. Selama pelatihan kita menerapkan protokol kesehatan COVID-19,” katanya.

Ia mengatakan, ke 10 peserta tersebut dibagi beberapa kelompok kecil.

Setelah itu, dilanjutkan dengan membuat produk olahan berupa dendeng ikan rinuak dan bada krispi.

“Masing-masing kelompok mampu menghasilkan produk olahan ikan tersebut dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan, terlaksananya kegiatan pelatihan UMKM pengolahan berbasis ikan dengan baik, sehingga menjadi cemilan yang inovatif.

Degan pelatihan itu, pihaknya berharap akan lahir UMKM di nagari tersebut dalam menumpang ekonomi mereka saat pandemi COVID-19 melanda daerah itu.

Ini mengingat bahwa UMKM di Nagari Koto Gadang Anam Koto masih tahap perkembangan, sehingga pihaknya mengadakan pelatihan itu dengan tujuan untuk memacu semangat masyarakat setempat dalam membuat UMKM terbarukan.

“Pelatihan ini sesuai dengan arahan dari Penyuluh Swadaya UMKM Kecamatan Tanjungraya Neti Sumarni dan Penyuluh Perikanan Kecamatan Tanjungraya Asrul Deni,” katanya.

Sementara Wali Nagari Koto Gadang Anam Koto, Amrizal mendukung pelatihan bagi warga untuk membuat produk olahan berbahan ikan agar bisa lahir UMKM di daerah itu.

“Kita berharap akan lahir UMKM produk olahan serba ikan, karena bahan baku ikan cukup banyak di Danau Maninjau,” katanya.

Mahasiswa kuliah kerja nyata UNRI di nagari itu 10 orang atas nama Bayu Pratama (FISIP), Muhammad Haikal Diegio (FH), Dayang Putri Ayu (FH), Yunia Fresha (FMIPA), Ariesa Arasy (FKIP), Puja Salwa (FKIP), Muhammad Arif (FH), Gita Afwah Yonda (FISIP), Atikah Fadilla (FISIP), Muhammad Saputra (FH).
(Delco Fitril, S.IP)