Oknum Pengusaha BBM Eceran di Sumenep Disinyalir Berbuat Curang

Lintas Daerah

berantasonline.com (Jatim)

Oknum Pengusaha BBM eceran di Sumenep Madura disinyalir melakukan perbuatan curang dengan sengaja memodifikasi tangki mobilnya, agar volume pengisian BBM bisa lebih banyak untuk meraih keuntungan sebesar besarnya.

Sebagai contoh pada hari Minggu lalu (23/8) disekitar SPBU Jl Arya Wiraraja Sumenep sebuah kendaraan milik oknum pengecer BBM kepergok Wartawan sedang memarkirkan mobilnya pada lahan kosong.

Ketika dicek oleh Wartawan ternyata terdapat seorang supir nampak sibuk dan dia panik melihat kedatangan Wartawan menyaksikan adanya drum drum dan jerigen berisi BBM jenis bensin diletakkan didalam mobil yang sudah di modifikasi, dengan jok joknya yang telah dicopot semua.

Yang lebih parah, tangki mobilnya pun telah dimodifikasi total, untuk menambah daya tampung ratusan liter bensin.

Seorang tokoh senior LSM di Sumenep mengatakan, tindakan Oknum Pengusaha Eceran BBM tersebut patut diduga telah melanggar Undang Undang tentang Minyak dan Gas Bumi th 2001 Pasal 55, bahwa bagi yang menyalah gunakan alat pengangkutan dan atau Bahan Bakar Minyak yang disubsisi Pemerintah, dapat dipidana paling lama 6 tahun penjara dan denda paling tinggi Rp 60 milyar.

Dikatakan bahwa tindakan oknum pengusaha Eceran BBM tersebut dapat dijerat dengan pasal tambahan, yakni Pasal 53 Undang Undang Migas tentang Izin Usaha Pengelolaan Migas, dapat dipidana paling lama 5 tahun penjara dan denda Rp 50 Milyar.

Ketua Umum DPP LSM Pengembangan Aspirasi Rakyat/Wakil Panglima Garda Bela Negara Nasional, Khoman Idris di Jakarta Jum’at (28/8) mengatakan, tindakan Oknum Pengusaha Pengecer BBM seperti itu nampaknya sudah mewabah ke berbagai daerah, penggunaan drum dan jerigen apalagi ditemukan adanya kendaraan yang dimodifikasi tangki bahan bakarnya, sudah merupakan tindakan kriminal yang membahayakan dan merugikan bagi negara.

“Oleh sebab itu kami mendesak Mabes Polri dan jajaran untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu, dan kepada Satuan Pengamanan PT Pertamina Dalam Negeri dihimbah agar lebih intensif melakukan penertiban terhadap oknum oknum Pengusaha SPBU yang nakal, bila perlu agar dilakukan penutupan”, tegasnya.

(AL/IB/red.1)